LBH Bima Sakti Kawal Kasus Kekerasan Seksual Anak di Palembang Hingga Meja Hijau, Beri Apresiasi Atas Penangkapan Pelaku !

PALEMBANG — Penyidik Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (Ditres PPA) dan Pidana Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumsel berhasil menangkap CS (22), salah satu pelaku dugaan rudapaksa bergilir terhadap seorang pelajar berinisial NA (15). Penangkapan tersebut dilakukan di kawasan Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, Rabu (2/9/2026).

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bima Sakti selaku kuasa hukum korban menyampaikan apresiasi atas tindakan cepat kepolisian.

“Alhamdullilah satu dari dua pelaku terduga persetubuhan terhadap anak klien kami sudah ditangkap, meskipun satu pelaku lainnya masih berkeliaran. Kami ucapkan terima kasih atas kerja keras anggota dalam mengejar pelaku,” jelas kuasa hukum korban, Indah Permatasari, saat dibincangi di kantor hukumnya, Jalan May Salim Batubara, Sekip, Palembang.

Meskipun demikian, Indah meminta pihak kepolisian untuk segera memburu satu pelaku lainnya yang masih buron. Pasalnya, kondisi psikologis korban saat ini masih terpukul dan membutuhkan keadilan secepatnya.

“Kami berharap, rekan pelaku CS segera ditangkap, mengingat kondisi korban masih trauma, ketakutan dan uring-uringan. Lagian perkara predator anak ini jangan sampai dibiarkan berlarut-larut, jika tidak akan mengintai korban lainnya dan mudah-mudahan itu tidak terjadi,” tuturnya.

Indah memastikan pihaknya akan terus mengawal proses hukum kasus ini hingga tuntas di pengadilan.

“Kami akan kawal kasus klien kami ini hingga proses persidangan. Dari itu kami pun berharap agar pihak kepolisian tetap melaksanakan tugasnya sesuai amanah dan profesional,” tambahnya.

Sementara itu, ibu korban berinisial DM mengaku sedikit lega setelah mengetahui salah satu pelaku, Candra Saputra (22), berhasil diamankan aparat kepolisian.

“Terima kasih penyidik, bapak Kapolda atas penangkapan satu pelaku pemerkosa anak saya. Namun, hendaknya pelaku lainnya juga ditangkap, jangan biarkan berkeliaran,” tegas DM.

Baca Juga :  Di Balik Penghargaan LBH Bima Sakti: Ada Perjuangan Tak Kenal Lelah Memburu Keadilan

DM mengungkapkan bahwa kondisi fisik anaknya sudah mulai membaik, namun trauma mendalam masih kerap menghantui keseharian korban.

“Kondisi mulai sehat, tapi trauma masih, terkadang tiba-tiba menangis, marah dan murung. Dia juga kerap ketakutan ketika berpapasan dengan lelaki yang prawakannya menyerupai para pelaku,” ujarnya.

Melalui kuasa hukumnya, pihak keluarga berharap agar para pelaku dapat segera diadili dan dijatuhi hukuman maksimal demi memberikan rasa keadilan bagi korban.(Nto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *