Guru SMKN 1 Palembang yang Berdarah Dingin! Modus Pinjam 2 Hari, 40 Suku Emas Hasil Kerja Keras Seperempat Abad Tak Kembali!

Palembang, Palembangsekilan.com – Di bawah langit Palembang yang kian mendung, Agus Purnomo (55) berdiri dengan bahu yang bergetar. Pria yang sehari-hari membanting tulang sebagai buruh harian lepas ini harus menelan pil pahit yang paling beracun dalam hidupnya. Impian yang ia susun rapi selama seperempat abad, hancur berkeping-keping hanya dalam hitungan hari.

Bagi Agus, 40 suku emas itu bukan sekadar logam mulia. Itu adalah saksi bisu perjuangannya sejak malam pertama ia membangun biduk rumah tangga pada tahun 2001. Namun kini, semua itu raib di tangan seseorang yang seharusnya menjadi teladan: seorang pendidik berinisial FY, oknum guru di SMK N 1 Palembang.

Tangisan di Balik Tabungan 25 Tahun

Dengan mata yang memerah menahan tangis dan amarah, Agus mengenang setiap gram emas yang ia kumpulkan.

“Itu tabungan kami untuk masa depan anak-anak. Sedikit demi sedikit, tetesan keringat dan darah ada ditabungan kami itu. Terasa sakit, kecewa, putus asa dan sedih, musibah ini menimpa kami,” jelas korban dengan nada pilu.

Pengkhianatan ini terasa kian menyakitkan karena FY adalah sosok yang dipercaya, guru dari anaknya sendiri. Kedekatan yang terbangun lewat komunikasi hangat dan kunjungan ke rumah ternyata hanyalah kedok untuk sebuah muslihat besar.

“Hubungan saya dan FY itu awalnya baik, karena dia merupakan guru dari anak saya. Seiring waktu, sering komunikasi dan bertandang ke rumahnya. Namun, tidak disangka dan diduga, dia tega menipu kami. Tak tanggung-tanggung simpanan kami habis tak bersisa. Mirisnya lagi, ketika disambangi di rumahnya malam selasa kemarin, dia lepas tangan dan pasrah,” ujar Agus dengan kekesalan yang mendalam.

Janji Palsu Dua Hari

Kini, di usianya yang sudah berkepala lima, Agus merasa tenaganya tak lagi seperti dulu. Harapan untuk melihat kedua anaknya—satu di bangku kuliah dan satu lagi di kelas 11—meraih sukses kini terancam sirna.

Baca Juga :  Gejolak Pasar Palembang! Dirut hingga Kepala Pasar Diseret Kejari Soal Dugaan Pungli

“Umur saya sudah 55 tahun, saya sadari tidak muda dan sekuat dulu mencari uang, dari itulah saya berharap tabungan emas kami kembali. Dia pinjam 40 suku emas hanya dua hari saja, namun sampai sekarang tidak ada kejelasan,” tandasnya.

Pusaran Kasus Rp 1,8 Miliar

Ternyata, Agus bukan satu-satunya mangsa. LBH Bima Sakti yang mendampingi para korban mengungkap angka yang mengerikan. Total kerugian dari para korban diduga menembus angka miliaran rupiah.

”Fokusnya kami akan melakukan pendamping terhadap para korban sampai mendapatkan keadilan, karena kalau ditotal uang yang digelapkan itu mencapai Rp 1.8 miliar, sebab ada satu korban lagi yang sudah melapor jumlahnya Rp 89 juta,” ungkap Wadir LBH Bima Sakti, Dr Conie Pania Putri SH MH.

Kasus ini kini menjadi sorotan tajam. Dengan bukti-bukti yang telah dikantongi, pihak kuasa hukum bergerak cepat menuju Polrestabes Palembang.

”Hari ini akan kita laporkan, dengan membawa bukti lengkap ke Polrestabes Palembang,” pungkas Dirut LBH Bima Sakti, M Novel Suwa SH MM Msi. (kv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *