JAYAPURA, 12 Agustus 2026 — Kasus keracunan massal berskala besar kembali mengguncang pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 527 warga di Distrik Depapre, KabupatenbJayapura, Papua, dilaporkan mengalami gejala keracunan akut berupa mual, muntah, dan diare hebat setelah mengonsumsi paket makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.
Sebagian besar korban merupakan anak-anak sekolah, balita, hingga masyarakat sekitar yang langsung dilarikan ke RSUD Yowari untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Merespons insiden fatal ini, Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) langsung melakukan peninjauan mendalam ke lokasi kejadian dan menjenguk para korban. Hasil investigasi cepat menemukan adanya pelanggaran fatal pada sisi higienitas dan tata kelola sanitasi.
Sanksi Tegas dan Investigasi SOP
Sebagai bentuk penegakan kebijakan zero tolerance terhadap kelalaian pengelolaan pangan anak bangsa, Badan Gizi Nasional resmi menjatuhkan sanksi pembekuan total operasional dapur SPPG yang berlokasi di Jalan Waya, Distrik Depapre.
Berikut adalah beberapa temuan utama dan tindakan taktis yang diambil oleh pemerintah pusat terkait insiden di Jayapura:
• Pelanggaran Sanitasi Berat: Investigasi awal mendeteksi kegagalan pada instalasi pengolahan air
limbah (IPAL) serta standar kebersihan alat masak dapur.
• Pembekuan Operasional: Seluruh aktivitas distribusi makanan dari SPPG Depapre dihentikan sementara
hingga batas waktu yang belum ditentukan.
• Audit Nasional: BGN memperketat pengawasan di seluruh klaster distribusi untuk mencegah kasus serupa terulang.
Parameter Kasus Rincian Data Lapangan
Lokasi Kejadian Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua
Jumlah Korban 527 Jiwa (Anak sekolah, Balita, & Warga Umum)
Fasilitas Kesehatan RSUD Yowari, Jayapura
Tindakan BGN Suspensi / Pembekuan Total Dapur SPPG Jalan Waya.
Sorotan Pengawas Independen
Secara terpisah, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti bahwa akumulasi kasus keracunan program MBG sejak bergulir dari tahun
2025 hingga saat ini telah menyentuh angka puluhan ribu anak di tingkat nasional. Rentetan kejadian ini dinilai memerlukan perbaikan struktural besar-besaran. Langkah BGN yang sebelumnya telah menonaktifkan 137 Kepala SPPG di berbagai daerah membuktikan tantangan berat dalam standardisasi mutu makanan secara merata dari Sabang sampai Merauke.
Pemerintah berjanji akan merombak mekanisme kendali mutu agar hak pemenuhan gizi anak-anak Indonesia berjalan aman tanpa mengorbankan aspek keselamatan.








