Perjalanan Sepeda Palembang–Tambakberas: Gowes Ngalap Berkah dan Pesan Sakral untuk Muktamar NU

TAMBAKBERAS – Menempuh jarak ratusan kilometer di atas pedal sepeda dari Palembang menuju Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, bukanlah sekadar aksi fisik. Perjalanan ini dipahat atas dasar kecintaan, penghormatan, serta ikhtiar membawa amanah suara kader Nahdlatul Ulama (NU) dari garis rumput.

“Perjalanan ini saya niatkan sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Nahdlatul Ulama. Bukan sekadar untuk menghadiri Muktamar,” tegas M.arief hidayat sang pesepeda saat tiba di lokasi.

Ada dua niat utama yang melandasi gowes lintas pulau dari Sumatra menuju Jawa Timur ini:

Sowan dan Ngalap Berkah: Berharap dapat bertemu langsung dengan para kiai dan ulama NU untuk menyerap nasihat, keteladanan, serta memohon keberkahan dari para pilar penuntun umat.

Titipan Pesan Kader Bawah: Membawa aspirasi rekan-rekan Ansor dan Banser agar Muktamar berjalan khidmat, tertib, sejuk, dan sakral—sebagaimana mestinya forum tertinggi organisasi yang memikul sejarah besar bagi bangsa.

Menaruh Harapan pada Keteladanan

Di tengah hiruk-piruk dinamika organisasi, perjalanan ini menegaskan bahwa kader di daerah tidak membawa kepentingan pribadi. Ada kerinduan mendalam akan lahirnya sosok pemimpin yang tak hanya lihai mengelola administrasi, tetapi juga mampu mengayomi dan memberikan keteduhan.

Siapa pun yang nantinya terpilih memegang tampuk kepemimpinan diharapkan dapat menjadi figur yang dekat dengan umat, merangkul para kader, serta senantiasa tunduk pada arahan para kiai.

“Kami berharap hasil Muktamar ini benar-benar terasa manfaatnya. Bukan hanya di tingkat pusat, tetapi juga sampai ke ranting, ke desa-desa, kepada para kader Ansor, Banser, dan seluruh warga Nahdliyin.”

Dari Kayuhan Sepeda untuk Kemaslahatan Bangsa

Perjalanan Palembang menuju Tambakberas mungkin terlihat sederhana jika dibanding dengan besarnya skala Muktamar. Namun, dari setiap kayuhan pedal dan tetes keringat sepanjang jalan, terselip doa dan harapan besar bagi kemaslahatan Nahdlatul Ulama.

Baca Juga :  PPK Pastikan 11 Toilet di Kawasan Transmigrasi Ogan Ilir Selesai dan Sesuai Standar Kementerian

Keringat yang menetes sepanjang jalur Palembang–Tambakberas menjadi bukti nyata bahwa keberkahan NU tetap menyala terang di hati para kadernya di pelosok daerah. Sebuah salam hormat dan ikhtiar tulus agar Muktamar melahirkan keputusan serta kepemimpinan yang membawa kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan seluruh warga Nahdliyin. (Nto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *