PALEMBANG, PALEMBANGSEKILAN.COM— Musim kemarau yang mulai melanda sejak awal Juni kini mulai memengaruhi kondisi hidrologi Sungai Musi di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Volume dan debit air sungai tertua di Sumatera Selatan ini tercatat mengalami penurunan secara bertahap akibat minimnya intensitas curah hujan di daerah tangkapan air (water catchment area) wilayah hulu.
Berdasarkan pemantauan alat ukur otomatis Automatic Water Level Recorder (AWLR) di Stasiun Sekanak, Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Musi saat ini berada pada level 1,27 meter. Penurunan elevasi air ini merupakan dampak langsung dari berkurangnya akumulasi pasokan air hulu selama beberapa pekan terakhir.
Kendati demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memastikan bahwa fluktuasi debit sungai tersebut sejauh ini belum mengganggu atau memberikan dampak signifikan terhadap operasional dan distribusi air bersih kepada masyarakat.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan pihaknya telah bergerak cepat melakukan koordinasi teknis bersama jajaran direksi Perumda Tirta Musi guna memastikan kontinuitas pasokan air minum warga tetap terjaga.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Direktur Utama PDAM Tirta Musi. Alhamdulillah, meskipun debit Sungai Musi mengalami penurunan, sampai saat ini pelayanan air bersih kepada masyarakat Palembang masih berjalan normal dan belum terdampak,” ujar Ratu Dewa saat memberikan keterangan kepada media, Kamis (23/7/2026).
Ratu Dewa mengimbau warga Palembang untuk tidak cemas menghadapi situasi fenomena cuaca kering ini. Ia menekankan bahwa Pemkot Palembang bersama dinas terkait terus mengawasi fluktuasi TMA Sungai Musi secara berkala.
“Saya mengimbau masyarakat tidak perlu panik. Saat ini kebutuhan air bersih masyarakat Palembang masih aman dan belum terpengaruh oleh turunnya debit air Sungai Musi,” tambahnya.
Sebagai langkah edukasi kesehatan di tengah tingginya suhu udara cuaca ekstrem musim kemarau, Wali Kota juga mengingatkan warga akan pentingnya menjaga keseimbangan cairan tubuh untuk mencegah risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan lainnya.
“Musim kemarau identik dengan suhu yang lebih panas. Karena itu saya mengajak masyarakat untuk memperbanyak minum air putih agar kesehatan tetap terjaga,” ajaknya.
Selain aspek kesehatan, edukasi lingkungan juga menjadi fokus perhatian Pemkot Palembang. Masyarakat diminta berpartisipasi aktif dalam upaya mitigasi dan pencegahan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kerap mengintai saat musim kering.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan maupun lahan selama musim kemarau,” tegas Ratu Dewa.
Sejalan dengan optimisme Pemkot Palembang, pihak pengelola layanan air bersih daerah pun memastikan keandalan sistem pengolahan dan distribusi air saat ini.
“Alhamdulillah, masih aman,” singkat Teddy, Direktur Utama Perumda Tirta Musi Palembang, mengonfirmasi kondisi operasional intake dan jaringan air minum kota. (Nto)














