PALEMBANG, PALEMBANGSEKILAN.COM – Di sudut Kecamatan Kertapati, tepatnya di Kelurahan Kemang Agung, seorang lansia berusia 66 tahun berjuang melawan keterbatasan fisik. Dengan langkah gemetar, ia tetap gigih berjalan kaki menjajakan Al-Qur’an milik orang lain demi menghidupi istrinya.
Kehilangan anak kandung yang telah mendahuluinya ke haribaan Ilahi, membuat kakek ini harus berdiri di atas kakinya sendiri. Di tengah sulitnya mencari rezeki, Pak Fulan sempat terpikir untuk mengajukan pinjaman ke bank. Namun, sebuah nasihat bijak dari sang istri seketika meredam niat itu. Sang istri mengingatkan agar tidak mengambil risiko pinjaman karena takut di kemudian hari mereka tidak mampu membayarnya.
Mereka memilih hidup apa adanya dalam kejujuran, meski harus menahan lapar. Mirisnya, pengakuan jujur meluncur dari bibirnya bahwa bantuan pemerintah terakhir yang ia rasakan adalah beras 10 KG pada tahun 2024. Setelah itu, ia seolah terlupakan.
Redaksi secara khusus mengetuk perhatian Wali Kota Palembang, Drs. H. Ratu Dewa, beserta jajaran aparat kelurahan setempat. Pak Fulan dan istrinya yang renta sangat membutuhkan jaminan perlindungan sosial. Mari bersama kita ringankan langkah kaki yang bergetar itu agar beban hidup di masa tua mereka tidak terasa terlalu berat. (Nto)













