Arogansi di Tikungan Tajam? Viral Rombongan Pejabat PT Pupuk Sriwijaya Hentikan Lalin Sitinjau Lauik Hanya untuk Konten !

SUMATERA BARAT, PALEMBANGSEKILAN.COM – Agenda kunjungan kerja yang semestinya bernuansa profesional kini berbuah kecaman tajam. Rombongan Dewan Komisaris PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) mendadak jadi buah bibir nasional setelah aksi mereka “menaklukkan” jalur maut Sitinjau Lauik dengan cara yang salah: Berhenti dan berfoto di titik paling berbahaya.

Sitinjau Lauik bukan sekadar jalan biasa ia adalah palagan maut dengan tanjakan curam dan tikungan tajam yang menuntut konsentrasi penuh. Namun, bagi rombongan yang membawa nama besar BUMN ini, lokasi ekstrem tersebut seolah berubah menjadi latar estetik untuk koleksi pribadi, mengabaikan risiko keselamatan dan hak pengguna jalan lain.

Pose di Tengah Risiko Tinggi

Aksi ini terekam jelas dan viral di jagat maya. Padahal, agenda awal rombongan yang dihadiri Komisaris Utama Siti Nurizka Puteri Jaya, serta dua komisaris lainnya, Arteria Dahlan dan Bambang Supriyambodo, adalah meninjau gudang pupuk di Padang. Sayangnya, integritas kunjungan kerja tersebut tercoreng saat kendaraan rombongan berhenti tepat di tikungan, memaksa kendaraan lain melambat dan tertahan demi membiarkan para petinggi ini berpose di pinggir jalan.

Kritik pedas pun meluncur deras di media sosial. Akun Threads @joezenzie mengungkapkan kegeramannya:

“Kejadian yang tidak masuk akal sekaligus memprihatinkan. Di tikungan terjal dan curam, mereka berhenti hanya untuk berfoto, sementara pengguna jalan yang lain terpaksa menunggu. Sangat membahayakan mereka sendiri & pengguna jalan yang lain. Mirisnya ini dikawal oleh polantas pula.”

Polisi Benarkan Kejadian, Lempar Tanggung Jawab Pengawalan

Pihak kepolisian tidak menampik adanya aktivitas tersebut. Namun, terdapat klarifikasi terkait siapa yang bertanggung jawab di balik pengawalan yang memicu kemacetan tersebut. Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Sumbar, AKBP Andis Anshori, menegaskan bahwa personel yang mendampingi rombongan bukan dari satuannya.

Baca Juga :  Geger di Ogan Ilir! Empat Siswa SMKN 1 Muara Kuang Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis

“Yang kawal Polres Solok Kota. (Kejadian) sudah seminggu yang lalu, itu dikawal bukan sama PJR, ya, soalnya orang tahunya PJR,” tegas Andis pada Minggu, 12 April 2026.

Meskipun disebut sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja, tindakan berhenti di jalur tengkorak ini menjadi catatan merah bagi publik. Fenomena ini memperlihatkan kontras yang menyakitkan: ketika rakyat kecil bertaruh nyawa melewati Sitinjau Lauik dengan waspada, para pejabat justru menjadikannya tempat “wisata” sesaat yang membahayakan nyawa banyak orang.

Peristiwa ini kini menjadi bahan evaluasi besar, menuntut akuntabilitas dari pihak perusahaan dan kepolisian yang seharusnya menjadi garda terdepan keselamatan jalan raya, bukan fasilitator aksi narsisme di jalur berbahaya. (Kv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *