Satu Tahun Menunggu, Ibu di Banyuasin Tak Tersentuh Program Makan Bergizi Gratis !

BANYUASIN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan sebagai solusi nasional untuk menekan angka stunting, nyatanya masih menyisakan celah lebar di tingkat akar rumput. Di Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, seorang ibu mengungkapkan kekecewaannya setelah satu tahun lamanya terabaikan dari daftar penerima bantuan, meski dirinya memenuhi kriteria sebagai sasaran utama.

Data Tidak Valid Jadi Biang Kerok

Ketidaksinkronan data di lapangan diduga menjadi penyebab utama bantuan tidak tepat sasaran. Berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis), program ini seharusnya menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita secara komprehensif. Namun, kenyataan di salah satu desa di Kecamatan Rambutan justru menunjukkan adanya warga yang “terlupakan” oleh petugas pendata.

Narasumber, seorang ibu yang identitasnya enggan disebutkan, memberikan pernyataan pedas terkait kinerja birokrasi di wilayahnya:

“Apakah semua harus diviralkan dulu baru ada tindakan? Jangan setelah viral baru sibuk memberi! Saya sudah menunggu satu tahun, tapi tidak pernah ada petugas yang datang mendata dengan benar. Seharusnya mereka turun ke lapangan, menyisir warga satu per satu, jangan hanya menunggu laporan di balik meja!” ungkapnya dengan nada kesal, Selasa (7/4/2026).

Polemik Riwayat Pemeriksaan di Posyandu

Pihak berwenang sempat mempertanyakan status kehamilan narasumber yang tidak tercatat dalam riwayat pemeriksaan di Posyandu setempat. Menanggapi hal tersebut, sang ibu memberikan jawaban yang menohok:

“Benar, saya memang tidak memeriksakan kandungan ke Posyandu setempat. Tetapi status saya adalah warga negara Indonesia! Saya punya hak yang sama untuk mendapatkan perhatian gizi dari negara. Petugaslah yang seharusnya proaktif memastikan tidak ada warga yang tertinggal,” tegasnya.

Baca Juga :  Kasi Pidsus Kejari Banyuasin Giovani SH MH Ajak Masyarakat Banyuasin Teladani Semangat Pahlawan : Jangan Biarkan Perjuangan Mereka Sia-Sia oleh Perpecahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *