Fajar Febriansyah Desak KBRI Phnom Penh Telusuri Kematian Tak Wajar Warga Sumsel

PALEMBANG, PS.COM – Kabut misteri masih menyelimuti kasus kematian ME (28), seorang warga Palembang yang mengembuskan napas terakhir di tempat kerjanya di Kamboja. Hingga kini, pihak keluarga belum mendapatkan kejelasan mengenai kronologi pasti maupun keberadaan jenazah almarhum untuk dipulangkan ke tanah air.

Kondisi memprihatinkan ini memicu atensi serius dari Komisi V DPRD Sumatera Selatan. Fajar Febriansyah, ST., M.I.Kom., anggota Komisi V dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), bergerak cepat dengan menyambangi kediaman keluarga almarhum guna memberikan dukungan moril.

“Iya, saya temui langsung keluarganya untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan dan siap mengawal upaya pengembalian jenazah ke tanah air termasuk dari sisi kasus hukumnya,” ungkap Fajar saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026)

Simpang Siur Penyebab Kematian

Fajar menjelaskan bahwa informasi terkait penyebab wafatnya ME yang bertolak ke Kamboja via Medan pada 25 Oktober 2025 lalu masih sangat kontradiktif. Terdapat jurang perbedaan yang lebar antara informasi awal dengan kondisi fisik yang ditemukan.

“Ada yang menyebut jika penyebab kem4tian almarhum akibat melomp4t dari lantai 18 tempatnya bekerja, tapi ada juga informasi yang menyampaikan jika almarhum meninggal akibat penyakit maag kronis yang memang telah cukup lama diidapnya. Artinya semuanya masih belum ada kejalasan,” tuturnya.

Indikasi Kejanggalan Fisik

Kecurigaan muncul ketika Fajar mencermati dokumentasi foto kondisi jasad almarhum yang dimiliki pihak keluarga. Secara intuitif, ia menangkap adanya ketidakwajaran yang memerlukan investigasi mendalam.

“Kalau sekilas saya lihat dari foto almarhum seperti yang diperlihatkan keluarganya di wajahnya terlihat luka lebam, kedua atau salah satu pergelangan tangannya patah serta terdapat luka di bagian paha. Ini yang harusnya perlu untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut dan kami akan coba berkomunikasi dengan pihak KBRI di Pnom Penh Kamboja,” tegas Fajar.

Baca Juga :  Karhutla Ada di 5 Kabupaten, BPBD Sumsel Terjunkan 2 Helikopter Water Bombing 

Langkah selanjutnya, DPRD Sumsel akan berupaya membuka jalur komunikasi diplomatik guna memastikan hak-hak almarhum dan keluarganya terpenuhi, serta mengungkap fakta di balik tragedi ini secara transparan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *