Libatkan Tenaga Kerja Lokal, Pemkab Lahat Targetkan Megalit Tinggi Hari Jadi Penggerak Ekonomi

Lahat, PS COM  – Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, didampingi sejumlah OPD, Camat Pulau Pinang dan Camat Gumay Ulu, melakukan peninjauan langsung ke Situs Megalitik Tinggi Hari 1, 2, dan 3, yang terletak di kawasan Pulau Pinang dan Gumay Ulu, Sabtu (07/02).

Peninjauan kali ini difokuskan pada perencanaan penambahan fasilitas penunjang wisata, seperti pembangunan cafe, pelebaran jalan menjadi 4 meter, penataan area parkir, dan penerangan lampu setiap 30 meter agar kawasan tetap terang di malam hari.

Bupati Bursah menekankan bahwa seluruh fasilitas ini harus dirancang agar kawasan tidak terkesan kuno, bersih, dan nyaman dikunjungi. Untuk itu, anggaran senilai Rp1,8 miliar dari Dinas Pendidikan telah dialokasikan untuk penataan kawasan ini.

“Setiap titik situs harus dilengkapi fasilitas mushola, toilet umum, area parkir memadai, dan cafe yang dapat menjadi pusat interaksi wisatawan,” tegas Bupati Bursah.

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran petugas penjaga di malam hari untuk menjaga keamanan situs yang merupakan warisan budaya ini.

Bupati Bursah memastikan seluruh tenaga kerja yang dilibatkan dalam pengelolaan maupun pengembangan kawasan merupakan masyarakat lokal. Menurutnya, hal ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi positif, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki warga terhadap situs budaya.

Pemkab Lahat berencana mengelola ketiga titik Megalit Tinggi Hari secara terpadu dalam satu kawasan wisata terintegrasi.

“Ke depan, kita harapkan kawasan Megalit Tinggi Hari ini tidak hanya menjadi situs sejarah, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat sekitar,” tambahnya.

Situs Megalitikum Tinggi Hari sendiri merupakan salah satu kompleks megalitik terkenal di Kabupaten Lahat, memiliki nilai historis tinggi, serta potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya. Pemkab Lahat berkomitmen menjaga warisan leluhur ini sembari mengintegrasikannya dalam pembangunan yang berbasis kearifan lokal. (Nop)

Baca Juga :  Bawa Teori Waltz dan Morgenthau, Teguh Santosa Bedah Logika Realisme Politik Era Prabowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *