Fasilitas Pelabuhan Tanjung Api-Api Seharga Rp178 Miliar, Megah di Luar, Kumuh di Dalam : Penumpang Geleng Kepala

Banyuasin, PScom – Dari proyek bergengsi menjadi ironi, Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA) yang dibangun dengan dana negara Rp178,075 miliar kini berubah wajah layaknya bangunan kumuh tak terurus. Video yang viral di akun TikTok Berita Sriwijaya memperlihatkan betapa suramnya fasilitas yang seharusnya menjadi gerbang utama Sumatera–Bangka: dinding dilumuri kotoran walet, lantai berdebu, sawang laba-laba bergelantungan, toilet lantai dua mati total, sementara toilet lantai bawah justru dipungut tarif Rp2.000.

Potret tersebut sangat kontras dengan status TAA yang digadang-gadang sebagai salah satu pelabuhan terbesar di Sumatera Selatan. Diresmikan pada 2007, pelabuhan yang berada di bawah pengelolaan langsung Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumsel itu sejatinya diproyeksikan sebagai penghubung vital jalur Palembang–Muntok, Bangka Barat, dengan kapal feri yang semestinya beroperasi setiap dua jam sekali. Namun setelah hampir dua dekade, wajahnya lebih menyerupai bangunan terbengkalai ketimbang etalase pelayanan publik.

“Bangunannya besar, tapi joroknya luar biasa. Tiket penyeberangan saja bisa jutaan rupiah kalau bawa kendaraan besar, tapi fasilitas dasar saja tidak layak,” keluh seorang penumpang yang geram melihat kondisi lapangan.

Fakta suram ini sejatinya bukan kabar baru. Keluhan tentang kotoran burung walet, minimnya air bersih, hingga sampah yang berserakan telah berulang kali terdengar sejak beberapa tahun terakhir. Namun, hingga kini, perbaikan nyata nyaris tak terlihat.

Saat dikonfirmasi mengenai kritik tersebut, Kepala Dishub Sumsel, Drs. H. Arinarsa JS., hanya menjawab singkat melalui pesan WhatsApp: “Terus berbenah & peningkatan pelayanan,” tulisnya, Sabtu (17/8).

Jawaban yang terlalu ringkas itu justru menambah tanda tanya publik: sampai kapan Tanjung Api-Api akan terus “berbenah”, sementara penumpang terpaksa bertahan dengan wajah kumuh yang memalukan ini?

Baca Juga :  Diduga Ada Pungli di Balik Sertifikat Gratis! Warga Lima Ulu Tantang Aparat Bongkar Dugaan Penyimpangan Oknum RT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *