Momentum Hari Guru Nasional, Lurah 16 Ulu Minta Pemerintah Perhatikan Guru Swasta dan Non-PPPK

PALEMBANG, PS.COM – Dalam momentum Hari Guru Nasional, Lurah Enam Belas Ulu, H. Syahri Ramadhon, menyampaikan pesan yang sarat empati dan pengalaman pribadi. Ia berharap pemerintah semakin serius memperhatikan kesejahteraan guru, khususnya mereka yang mengabdi di sekolah swasta maupun yang hingga kini belum mendapat kesempatan diangkat sebagai PPPK.

Baginya, Hari Guru Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen refleksi untuk menilai seberapa besar penghargaan negara terhadap para pendidik yang menjadi fondasi masa depan bangsa.

“Semoga pemerintah dapat benar-benar mensejahterakan guru, terutama guru sekolah swasta atau guru yang tidak dapat diangkat PPPK,” ujarnya.

Syahri Ramadhon menegaskan, para guru yang bekerja dengan segala keterbatasan tetap memikul tanggung jawab besar dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, perhatian dan dukungan nyata dari pemerintah menjadi hal yang mendesak dan tidak boleh ditunda.

Menariknya, pernyataan itu tidak lahir tanpa alasan. Syahri Ramadhon pernah berada di posisi yang sama. Sebelum menjadi Pegawai Negeri Sipil, ia sempat mengabdikan diri sebagai guru di sekolah swasta pada periode 1998–2005. Ia mengakui, masa itu ia merasakan langsung beratnya tugas mendidik dengan pendapatan yang sangat minim.

“Di hari yang penuh penghormatan ini, kita harus mengingat bahwa kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kesejahteraan pendidiknya,” tegasnya.

Dengan pengalaman tersebut, ia berharap pemerintah dari pusat hingga daerah semakin membuka mata bahwa kesejahteraan guru terutama guru swasta dan non-PPPK bukan lagi sekadar isu, melainkan kebutuhan mendasar yang harus segera dijawab.(Kev)

Baca Juga :  Ketua PGK Sumsel Firdaus Hasbullah: Mahasiswa Sumsel Hebat, Demo Tanpa Anarkis Jadi Contoh Demokrasi Sehat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *