Tuntut Perbaikan Jalan Total, Warga Desa Sungai Dua Ancam Blokir Akses Jalan Mulai 21 Juni

Banyuasin– Dipicu oleh kondisi infrastruktur yang rusak parah, warga Desa Sungai Dua mengambil tindakan tegas. Melalui sebuah spanduk peringatan yang dipasang di area publik, masyarakat menyatakan sikap akan menutup total akses jalan pemukiman (memportal) jika tuntutan mereka terkait perbaikan jalan tidak segera dipenuhi secara menyeluruh.

spanduk besar tersebut bertuliskan pesan lugas dari perwakilan warga:

“Masyarakat Desa Sungai Dua akan menutup akses (memportal) jalan pemukiman Sungai Dua. Portal jalan akan ditutup sampai pekerjaan perbaikan jalan pemukiman selesai secara keseluruhan, bukan pertitik. Apabila tuntutan/perbaikan tersebut belum terpenuhi, maka portal tidak akan dibuka kembali.”

Dalam spanduk tersebut, warga juga menetapkan batas waktu yang jelas, di mana penutupan portal dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 21 Juni 2026.

Kondisi Jalan Berlumpur dan Rumah Warga Mulai Retak

Sikap keras yang diambil oleh warga dinilai merupakan puncak dari kekecewaan terhadap kondisi jalan yang kian memprihatinkan akibat aktivitas kendaraan operasional industri. Bukti buruknya infrastruktur di kawasan tersebut terlihat jelas dalam kenyataan dilapangan, di mana sebuah truk tangki besar amblas dan miring di tengah jalan akibat permukaan tanah yang lembek dan berlumpur pekat.

Salah seorang warga setempat menegaskan bahwa kerusakan ini diperparah oleh hilir mudik kendaraan milik perusahaan yang melebihi kapasitas jalan pemukiman.

“Kami meminta agar perusahaan atau PT yang setiap hari memakai jalan ini segera peka dan memenuhi keinginan warga Desa Sungai Dua. Jangan hanya mau lewat dan ambil untung, tapi dampaknya kami yang tanggung,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Ia menambahkan, selain membuat jalanan hancur bak kubangan lumpur, getaran dari lalu lalang mobil bermuatan berat di atas 10 ton tersebut kini sudah mulai mengancam keselamatan tempat tinggal mereka.

Baca Juga :  Akhir Kepemimpinan Humanis AKBP Ruri Prastowo Tuai Apresiasi Dari DPC Pro Jurnalismedia Banyuasin

“Kegiatan lalu lalang mobil yang bermuatan lebih dari 10 ton itu memicu getaran hebat. Akibatnya, rumah-rumah warga yang berada di pinggir jalan sekarang kondisinya sudah banyak yang retak-retak. Ini sangat membahayakan kami,” cetusnya dengan nada kecewa.

Masyarakat menegaskan bahwa mereka tidak menginginkan perbaikan yang sifatnya sementara atau hanya dilakukan di titik-titik tertentu saja (per titik). Mereka menuntut komitmen nyata dari pihak perusahaan dan instansi terkait agar perbaikan jalan dilakukan secara menyeluruh dan permanen demi kenyamanan serta keselamatan bersama. (Nto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *