10 Tahun Tanpa Air PDAM, Warga Gandus Bertahan Hidup dari Sumur Masjid dan Cahaya Rembulan

Palembang, PScom – Warga Jalan Sofyan Kenawas, tepatnya di kawasan Perumahan Gandus City Residence, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, seolah hidup di wilayah yang terlupakan. Sudah sepuluh tahun lamanya mereka menunggu dua hal yang paling dasar dalam kehidupan modern: lampu jalan dan air bersih. Namun, harapan itu hingga kini belum juga menjadi kenyataan.

Di malam hari, kegelapan menjadi teman akrab. Tak ada cahaya yang menuntun langkah, hanya rembulan yang meneteskan sinarnya di atas jalan sepi. “Sudah lama kami berharap lampu jalan terpasang. Setiap malam kami hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Anak-anak takut keluar rumah, dan orang tua pun gelisah,” ujar KL, warga Gandus City Residence, dengan nada penuh harap. Senin (13/10/2025).

Namun, kegelapan hanyalah sebagian dari penderitaan warga. Selama 10 tahun, mereka belum merasakan air bersih PDAM Tirta Musi Palembang. Ironisnya, di tengah kota yang terus berkembang, mereka masih harus membeli air bersih dengan mobil tangki hanya untuk memenuhi kebutuhan mandi, mencuci, dan memasak.

Lebih memilukan lagi, kini warga terpaksa menggunakan sumur bor masjid setempat untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Air dari sumur itu mereka bagi secara bergantian, penuh kesabaran dan kebersamaan, seolah bertahan hidup di tengah kelalaian yang panjang.

“Bayangkan, sepuluh tahun kami berharap ada air PDAM masuk ke rumah. Tapi tidak ada sama sekali, Kami ini warga Palembang juga, bukan penghuni asing,” ucap salah seorang warga dengan suara lirih.

Padahal, penerangan jalan dan air bersih adalah hak dasar masyarakat. Keduanya bukanlah kemewahan, melainkan kewajiban pemerintah untuk memenuhinya sebagaimana diatur dalam Pasal 33 UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yang menegaskan hak warga atas pelayanan yang layak.

Baca Juga :  Kota Palembang Diterpa Kegelapan, Ribuan Lampu Jalan Padam Ulah Tangan Jahil

Warga pun berharap Dinas Perhubungan Kota Palembang segera memperhatikan kebutuhan penerangan jalan di wilayah mereka, sementara PDAM Tirta Musi diminta untuk menepati janji memperluas jaringan air bersih ke kawasan Gandus City Residence.

Jika terus dibiarkan, bukan hanya penderitaan warga yang bertambah, tapi juga rasa percaya terhadap pemerintah yang kian memudar. Karena sebagaimana bait kehidupan yang getir itu berkata.

“Gelap tanpa cahaya, kering tanpa air begitulah Gandus hari ini, menunggu janji pemerintah yang peduli.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *