Dukung Garda Terdepan Karhutla Sumsel, Anggota Komisi I DPR RI Yudha Novanza Salurkan Bantuan Rp50 Juta

Palembang, Palembangsekilan.com — Anggota Komisi I DPR RI, Yudha Novanza Utama, menyalurkan bantuan senilai Rp50 juta guna mendukung para relawan yang berada di garda terdepan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel).

Bantuan tersebut diserahkan secara langsung dalam rangkaian kunjungan kerja di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel. Stimulus ini merupakan wujud apresiasi mendalam atas dedikasi serta perjuangan personel satuan tugas (satgas) darat dan para relawan yang senantiasa berjibaku memadamkan titik api di tengah risiko tinggi, khususnya pada wilayah bergeser gambut yang luas.

Dalam keterangannya, Yudha menekankan bahwa penanganan karhutla di Sumsel harus dijadikan momentum evaluasi komprehensif, mengingat bencana ekologis ini kerap berulang setiap tahunnya. Ia mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk mulai memperkuat langkah-langkah preventif sejak semester pertama 2027 agar mitigasi tidak kembali mengalami keterlambatan.

“Jangan menunggu sampai kebakaran meluas. Pencegahan harus dimulai lebih awal, sehingga kejadian seperti tahun ini bisa ditangani lebih cepat dan dampaknya tidak sebesar sekarang,” ujar Yudha, Rabu (28/10/2026).

Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem serta fenomena El Niño turut memperparah eskalasi kebakaran di Sumsel dan sejumlah provinsi lainnya. Oleh karena itu, ia berharap curah hujan alami dapat segera turun secara merata guna menuntaskan proses pemadaman serta meringankan beban para petugas di lapangan.

Yudha turut memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras satgas darat yang dinilai memiliki kontribusi masif dalam memadamkan api. Berdasarkan laporan yang diterimanya, cakupan lahan yang berhasil dipadamkan oleh satgas darat mencapai sekitar empat kali lipat dari capaian operasi pemadaman melalui udara.

Ia menegaskan bahwa bantuan dana sebesar Rp50 juta tersebut wajib disalurkan secara tepat sasaran kepada relawan yang aktif bertugas di lapangan. Pemanfaatannya diharapkan dapat disesuaikan dengan urgensi kebutuhan di masing-masing posko, mulai dari perlengkapan keselamatan hingga fasilitas operasional pendukung.

Baca Juga :  Tembus Lebih dari 2 Ribu Transaksi per Bulan, BRILink Agen Kirana Perluas Inklusi Keuangan di Pedesaan

“Jangan dilihat dari besar kecilnya nilai bantuan. Ini bentuk perhatian dan apresiasi kami kepada kawan-kawan yang bekerja di garis depan. Silakan dikoordinasikan agar bantuan digunakan sesuai kebutuhan yang paling bermanfaat,” tuturnya.

Ia menambahkan, meskipun isu penanganan karhutla bukan merupakan lingkup mitra kerja utama Komisi I DPR RI, dirinya tetap terpanggil untuk memberikan perhatian khusus terhadap kondisi darurat di Sumsel. Yudha mengaku terus memantau dinamika perkembangan kebakaran, termasuk dampak krusialnya terhadap kualitas udara serta stabilitas aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana, menyampaikan bahwa situasi karhutla mulai menunjukkan tren perbaikan signifikan seiring dengan turunnya hujan di sejumlah wilayah sejak 25 Oktober 2026.

Berdasarkan pantauan data satelit SiPongi yang dirilis BPBD pada Rabu pagi, tercatat 109 titik panas di wilayah Sumsel. Angka ini mengalami penurunan drastis dibandingkan catatan pada 21 Oktober 2026 yang sempat mencapai 2.524 titik panas. Dari jumlah terbaru tersebut, sebanyak 68 titik terdeteksi di lahan mineral dan 41 titik di kawasan gambut.

Secara kumulatif, BPBD mencatat sekitar 120 ribu titik panas sepanjang periode Januari hingga Oktober 2026, dengan total 6.146 kejadian karhutla. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tercatat sebagai salah satu wilayah yang paling parah terdampak. Berdasarkan hasil verifikasi lapangan per 26 Oktober, luas lahan terbakar mencapai 145 hektare, di mana satgas darat berhasil memadamkan 91,78 hektare dan satgas udara memadamkan 21 hektare, sementara sisa 32,50 hektare lainnya masih dalam proses penanganan intensif.

Kondisi kualitas udara di Palembang juga berangsur membaik. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang sebelumnya berada pada kategori berbahaya kini menurun hingga level tidak sehat. Dari aspek transportasi, jarak pandang di Palembang meningkat ke kisaran 2.000 hingga 6.000 meter, membuat operasional penerbangan rute Palembang-Jakarta dan rute lainnya kembali normal tanpa kendala keterlambatan dalam tiga hari terakhir.

Baca Juga :  Kepala BBPOM Palembang Yani Ardiyanti : Peran Guru Fondasi Terbentuknya Generasi Sehat dan Berdaya

Upaya mitigasi pemerintah turut dioptimalkan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan teknologi dry ice. BPBD mencatat pelaksanaan OMC telah mencapai 104 sorti dengan total bahan semai mencapai 115.000 kilogram NaCl, sementara program OMC dry ice terus berlanjut hingga 5 November 2026. Fokus penanganan diprioritaskan pada kawasan gambut yang luas seperti Kabupaten OKI, Musi Banyuasin, dan Banyuasin, yang melibatkan total 12.710 personel gabungan termasuk dukungan dari relawan mahasiswa dan Karang Taruna yang siaga di lima posko utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *