Hari Tani, Ini Kata Firdaus Hasbullah Ungkap Tantangan Besar Bagi Petani di Sumsel

Palembang, Palembangsekilan.com – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Sumatra Selatan, Firdaus Hasbullah, menyerukan penguatan sektor agraria serta peningkatan taraf hidup petani dalam momentum peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh setiap 24 September.

Firdaus, yang juga mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menegaskan bahwa Hari Tani Nasional sepatutnya menjadi refleksi kolektif untuk mengurai berbagai kompleksitas tantangan petani. Mulai dari problem akses pasar, rasionalisasi biaya produksi, adopsi teknologi, kemudahan permodalan, hingga jaminan kepastian usaha.

“Hari Tani bukan hanya tentang petani, tetapi tentang masa depan bangsa. Ketika kita berbicara tentang pangan, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang kedaulatan dan ketahanan bangsa. Karena itu, petani harus ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan, bukan hanya sebagai objek kebijakan,” tutur Firdaus melalui keterangan pers, Kamis (24/9/2026).

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa persoalan agraria erat kaitannya dengan hak atas kepastian lahan. Bagi para petani, tanah bukan sekadar aset ekonomi, melainkan fondasi utama demi menjaga keberlangsungan hidup keluarga dan denyut usaha tani.

Firdaus turut menaruh perhatian besar terhadap pentingnya keadilan ekonomi bagi petani atas jerih payah yang mereka curahkan. Menurutnya, peningkatan produktivitas pangan wajib berjalan lurus dengan pembenahan rantai distribusi, perluasan akses pasar, integrasi teknologi, kemudahan modal, serta ketersediaan sarana penunjang produksi.

“Jangan sampai kita hanya berbicara tentang peningkatan produksi, tetapi lupa memastikan petani mendapatkan hasil yang sepadan dengan kerja kerasnya. Petani harus mendapatkan harga yang layak, akses pasar yang baik dan biaya produksi yang rasional,” tegasnya.

Guna mewujudkan ekosistem pertanian yang adaptif terhadap era modern, ia mengajak sinergi aktif antara pemerintah, sektor swasta, akademisi perguruan tinggi, serta elemen masyarakat. Pemanfaatan inovasi teknologi dinilai krusial untuk mendongkrak daya saing sekaligus memantik antusiasme generasi muda agar melirik sektor pertanian sebagai jalur karier yang menjanjikan.

Baca Juga :  Digerebek Bersama Selingkuhan, Sekretaris Daerah Ini Ditetapkan Jadi Tersangka Usai Tabrak Adik Kandung

“Kalau anak-anak muda kita tidak lagi tertarik menjadi petani, maka kita harus bertanya bagaimana masa depan pangan kita. Regenerasi petani harus menjadi agenda bersama. Anak muda harus diberikan ruang, teknologi, pengetahuan dan akses ekonomi agar bertani menjadi pilihan masa depan yang menjanjikan,” ujarnya.

Mengingat sektor pertanian dan perkebunan memegang peranan strategis dalam struktur ekonomi Sumatra Selatan, Firdaus mendorong penguatan kelembagaan petani, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta modernisasi sarana produksi. Ia juga mengimbau agar komoditas lokal tidak lagi berhenti pada tahap bahan mentah (raw materials), melainkan diolah dan dikemas sedemikian rupa demi mendongkrak nilai tambah ekonomis.

“Momentum Hari Tani ini, kita mendorong bagaimana para petani semakin sejahtera. Kita harus mulai mendorong bagaimana hasil pertanian dan perkebunan kita bisa diolah, dikemas dan memiliki nilai tambah yang lebih besar. Dari sinilah ekonomi petani bisa tumbuh, lapangan kerja bisa tercipta dan kesejahteraan petani bisa semakin meningkat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *