PALEMBANG, PALEMBANGSEKILAN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menegaskan posisinya untuk tidak tinggal diam dalam menghadapi tantangan banjir yang kerap melanda Kota Pempek. Melalui strategi integrasi antara penguatan infrastruktur dan kesiapsiagaan personel, Pemkot mengklaim telah berhasil mereduksi titik genangan secara signifikan sepanjang tahun ini.
Berdasarkan berbagai sumber media yang dihimpun oleh tim redaksi Palembangsekilancom, Jum’at (23/5/2026) sebagai berikut :
Langkah Nyata di Lapangan
Hingga April 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang tercatat telah menyiagakan sedikitnya 531 personel Satuan Tugas (Satgas) Drainase. Tim ini beroperasi penuh selama 24 jam dalam skema tiga shift untuk memastikan seluruh infrastruktur air, mulai dari pintu air hingga mesin pompa, tetap berfungsi maksimal saat intensitas hujan meningkat.
Target Reduksi 1.650 Hektare
Data terbaru menunjukkan bahwa upaya masif ini telah membuahkan hasil. Luas genangan banjir di wilayah Palembang tercatat berkurang hingga 1.650 hektare. Capaian ini didorong oleh optimalisasi 50 kolam retensi yang tersebar di berbagai titik rawan, serta rencana normalisasi empat anak sungai di kawasan Gandus yang dijadwalkan menjadi fokus utama pada tahun anggaran 2026.
Investasi Infrastruktur dan Tantangan Sampah
Untuk memperkuat sistem pertahanan air, Pemkot Palembang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 125 miliar guna revitalisasi sungai dan perluasan kolam retensi, termasuk penataan di kawasan Simpang Polda dan DAS Bendung.
Namun, pemerintah juga mengingatkan bahwa keberhasilan penanganan banjir sangat bergantung pada peran serta masyarakat. Perilaku membuang sampah sembarangan ke saluran air masih menjadi kendala utama yang kerap melumpuhkan kinerja pompa air.
Dengan kombinasi kesiapsiagaan personel, teknologi monitoring, dan pembangunan fisik yang berkelanjutan, Pemkot Palembang optimis dampak banjir dapat terus diminimalisir demi kenyamanan warga kota. (Nto)













