Bupati Empat Lawang Disorot: Beli Karpet Rp400 Juta Pakai APBD

EMPAT LAWANG, PALEMBANGSEKILAN.COM – Aroma ketidakadilan menyengat tajam dari balik dinding kantor Pemerintah Kabupaten Empat Lawang. Di tengah jeritan rakyat yang terhimpit ekonomi, sebuah angka fantastis terkuak ke publik. Dinas Sekretariat Daerah (Setda) secara mengejutkan mengalokasikan anggaran senilai Rp400 juta pada APBD 2026 hanya untuk satu benda karpet baru.

Anggaran “permadani emas” ini langsung dihantam kritik keras. Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, membongkar kejanggalan ini dengan nada geram. Ia menilai angka tersebut bukan sekadar pemborosan, melainkan bentuk ketidakpedulian yang nyata terhadap nasib warga di akar rumput.

Dosa anggaran ini semakin terlihat telanjang saat dibandingkan dengan instansi lain. Fantastisnya, diduga kemewahan beralas kaki Bupati Joncik Muhammad disebut-sebut jauh melampaui fasilitas pimpinan wakil rakyat di tingkat provinsi.

“Bandingkan saja dengan rumah kediaman Wakil Ketua I DPRD Sumatera Selatan yang hanya cukup dengan karpet senilai Rp320 juta. Bahkan jika digabungkan dengan anggaran karpet Wakil Ketua II DPRD Provinsi, totalnya baru menyentuh angka Rp400 juta. Artinya, satu orang Wakil Ketua DPRD Provinsi hanya diberi jatah anggaran Rp200 juta,” ujar Uchok dengan  nada tajam dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

Uchok seolah menelanjangi ambisi kemewahan yang tengah dipamerkan penguasa Empat Lawang tersebut. Baginya, angka ini adalah bukti siapa yang paling haus akan fasilitas mewah.

“Pokoknya, Bupati Joncik Muhammad paling juara harga mahal bila dibandingkan harga karpet dia dengan karpet rumah Wakil Ketua I dan II DPRD Provinsi Sumatera Selatan,” tegasnya tanpa ampun.

Di sisi lain, potret kemiskinan dan hancurnya infrastruktur di pelosok Empat Lawang seolah menjadi latar belakang yang memilukan. Uchok menyayangkan betapa kontrasnya kehidupan elit yang berpijak di atas karpet mahal dengan rakyat yang setiap hari harus berjibaku dengan debu dan fasilitas publik yang sekarat.

Baca Juga :  Dandim 0418/Palembang Hadiri Jalan Santai Bersama Keluarga Besar Kodam II/Sriwijaya

“Sementara rakyat di pelosok masih berjalan di tanah berdebu, jalan raya berlubang tak kunjung diperbaiki, fasilitas sekolah dan puskesmas memohon perhatian, para pemimpin justru asyik beradu mewah di atas permadani ratusan juta rupiah,” cetusnya dengan kalimat yang menusuk.

Kini, publik menunggu, apakah penguasa Empat Lawang akan tetap melangkah di atas karpet mewah tersebut, atau akhirnya sadar akan rintihan rakyatnya yang terabaikan. (Nto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *