Palembang, Palembangsekilan.com — Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, membuka Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Tirta Sriwijaya Maju (TSM) Perseroan Daerah (Perseroda) Tahun Buku 2025 yang digelar di Hotel Swarna Dwipa, Rabu (4/6/2025).
Kehadiran Wakil Gubernur didampingi Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Sumsel, Ir. Basyaruddin Akhmad, M.Sc., serta jajaran manajemen perusahaan.
Dalam arahannya, Wagub menegaskan bahwa PT TSM harus terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperhatikan kesejahteraan pegawai. Ia juga mengingatkan bahwa pada tahun berjalan perusahaan tidak memperoleh tambahan penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
“Tanpa adanya suntikan dana dari Pemprov, PT TSM harus mampu mengoptimalkan anggaran internal untuk meningkatkan performa kerja dan pelayanan,” tegasnya.
Sembilan Agenda Strategis dan Dividen Rp4,8 Miliar
Direktur Utama PT Tirta Sriwijaya Maju, Adib Ubaidillah, SE., MM., CRGP., menjelaskan bahwa RUPS kali ini membahas sembilan agenda utama sebagai bentuk pertanggungjawaban jajaran komisaris dan direksi kepada para pemegang saham.
Salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut adalah penetapan pembayaran dividen sebesar Rp4,8 miliar yang akan disetorkan ke kas Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Nilai ini meningkat dibandingkan dividen tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,4 miliar.
“Agenda hari ini adalah RUPS tahunan Tahun Buku 2025. Sudah diputuskan bahwa TSM akan membayar dividen sebesar Rp4,8 miliar yang disetorkan ke kas provinsi Sumsel,” ujar Adib usai rapat.
Ia menambahkan, dalam tiga tahun terakhir PT TSM konsisten memberikan kontribusi positif bagi daerah. Evaluasi kesehatan perusahaan yang dilakukan oleh PKP juga menunjukkan peningkatan signifikan.
Fokus Pelayanan dan Pengembangan Infrastruktur
Menurut Adib, dalam arahannya Wagub selaku kuasa pemegang saham menekankan tiga hal utama, yakni peningkatan respons pelayanan, peningkatan kualitas, kuantitas, serta kontinuitas pasokan air bersih, serta komitmen terhadap efisiensi operasional.
“peningkatan respons pelayanan, peningkatan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas air bersih, serta komitmen terhadap efisiensi operasional”.
Menindaklanjuti arahan tersebut, manajemen PT TSM menyiapkan sejumlah langkah strategis, salah satunya pembangunan instalasi pengolahan air atau Water Treatment Plant (WTP) berkapasitas 30 liter per detik pada tahun ini.
“In syaa Allah tahun ini kami membangun WTP kecil berkapasitas 30 liter per detik untuk menanggulangi kekurangan pasokan air di Talang Kelapa dan sekitarnya. Targetnya selesai pada kuartal IV,” jelas Adib.
Pengembangan ini dilakukan tanpa mengganggu sistem yang telah berjalan. Untuk proses pengadaan, perusahaan juga mendapatkan pendampingan dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan guna memastikan tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Siapkan Ekspansi ke Banyuasin
Selain memperkuat layanan di Palembang, PT TSM juga menyiapkan rencana ekspansi investasi ke Kabupaten Banyuasin. Pengembangan jaringan baru direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun depan.
Terkait rencana kerja sama dengan PDAM Tirta Betuah, Adib menyampaikan bahwa penandatanganan kerja sama ditargetkan rampung tahun ini. Saat ini kedua pihak masih menghitung skema pembagian keuntungan.
“Target kami tahun ini kerja sama bisa ditandatangani. Saat ini masih dalam tahap perhitungan sharing profit yang akan diberikan kepada PDAM Tirta Betuah,” ujarnya.
27 Ribu Pelanggan dan Target Dividen Baru
Saat ini PT TSM melayani sekitar 27 ribu pelanggan di Palembang. Namun manajemen memastikan tidak akan menambah pelanggan sebelum kapasitas produksi air meningkat.
“Kami tidak akan menambah pelanggan lebih banyak sebelum kapasitas bertambah. Fokus kami adalah memastikan pelayanan optimal bagi pelanggan yang ada,” tegas Adib.
Ke depan, perusahaan menargetkan peningkatan setoran dividen menjadi sekitar Rp5 miliar pada tahun mendatang seiring dengan penguatan layanan serta efisiensi operasional.
Menutup sesi wawancara, Adib juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan layanan yang masih terjadi.
“Kami terus berupaya memberikan yang terbaik agar pelanggan mendapatkan layanan air bersih yang berkualitas. Mohon bersabar dalam proses pengembangan ini,” pungkasnya.
Dengan komitmen memperkuat pelayanan tanpa bergantung pada tambahan modal pemerintah, PT TSM diharapkan mampu tumbuh sebagai BUMD yang sehat dan profesional serta memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan daerah dan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat Sumatera Selatan.













