Diduga Ada Pemaksaan dan Pungli di Simpang Flyover Jakabaring, Warga Desak Pemkot dan Polresta Palembang Bertindak Tegas

Palembang, Palembangsekilan.com– Keluhan warga kembali mencuat terkait dugaan praktik pemaksaan dan pungutan liar (pungli) yang terjadi di kawasan simpang lampu merah Flyover Jakabaring, Kota Palembang. Sejumlah warga, khususnya perempuan, mengaku kerap menjadi sasaran aksi oknum tak bertanggung jawab yang meminta uang secara paksa saat kendaraan berhenti di lampu merah.

Keluhan tersebut disampaikan warga melalui rekaman video dan foto kiriman netizen yang beredar di media sosial. Dalam unggahan tersebut, warga meminta perhatian langsung Wali Kota Palembang Ratu Dewa agar persoalan ini segera ditertibkan melalui kerja sama lintas instansi.

“Izin Pak Wali Kota Palembang, ada keluhan warga, khususnya wanita, yang diduga selalu menjadi target pemaksaan atau pungli di simpang lampu merah Flyover Jakabaring. Semoga bisa ditertibkan karena lokasi ini salah satu wajah Kota Palembang,” tulis warga dalam unggahan di media sosial. Senin (5/1/2025)

Simpang Flyover Jakabaring diketahui merupakan jalur strategis dengan mobilitas tinggi, baik bagi warga lokal maupun pendatang. Namun ironisnya, kawasan yang seharusnya menjadi etalase keindahan kota justru dinilai rawan praktik premanisme jalanan yang menimbulkan rasa tidak aman, terutama bagi pengendara perempuan.

Minimnya pengawasan di lapangan menjadi sorotan utama. Warga menilai kehadiran aparat masih bersifat temporer dan belum menyentuh akar persoalan. Ketika tidak ada petugas, praktik pemaksaan kembali muncul dan berulang tanpa efek jera.

Dalam konteks ini, Pemkot Palembang dinilai perlu lebih serius melakukan penataan ruang publik dan pengawasan rutin, tidak hanya mengandalkan razia sesekali. Penanganan sosial bagi para pelaku juga harus dibarengi penegakan aturan yang tegas agar ruang publik tidak dikuasai oleh oknum tertentu.

Sementara itu, Polresta Palembang juga didorong untuk meningkatkan patroli dan respons cepat terhadap laporan warga. Dugaan pungli dan pemaksaan di jalan raya bukan sekadar pelanggaran kecil, tetapi berpotensi masuk ranah pidana jika dilakukan dengan unsur tekanan dan intimidasi.

Baca Juga :  Korban Terus Berjatuhan, Truk Galian C Jadi Momok Masyarakat, Pemkot Palembang Segera Bertindak !

Warga berharap persoalan ini tidak hanya berhenti pada viralnya keluhan di media sosial, melainkan ditindaklanjuti secara nyata. Penertiban yang konsisten, koordinasi antarinstansi, serta keterbukaan informasi kepada publik dinilai penting agar kepercayaan masyarakat terhadap aparat dan pemerintah tetap terjaga.

Simpang Flyover Jakabaring bukan hanya soal lalu lintas, tetapi juga cerminan wibawa pemerintah dalam menjamin rasa aman di ruang publik. Jika dibiarkan, praktik serupa dikhawatirkan akan terus berulang dan mencoreng citra Kota Palembang sebagai kota yang ramah dan tertib. (Nto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *