Warga Pulokerto Keluhkan Jalan Beton Rp2 Miliar, Baru Dibangun Sudah Retak dan Amblas

Palembang, Palembangsekilan.com – Warga Kecamatan Gandus, khususnya Kelurahan Pulokerto, Kota Palembang, mengeluhkan kondisi pembangunan Jalan Satria Sungai Musi yang dinilai jauh dari harapan. Jalan yang baru selesai dibangun menggunakan cor beton tersebut kini mengalami kerusakan parah, meski belum genap berusia satu tahun.

Melansir media straightnews.id ,Berdasarkan keterangan warga setempat, proyek peningkatan jalan di Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus itu menelan anggaran sekitar Rp2 miliar yang bersumber dari APBD. Pengerjaan proyek dilakukan oleh PT Haiba Cahaya Abadi, perusahaan yang beralamat di Jalan Basuki Rahmat No.15 E, RT 003 RW 008, Kecamatan Kemuning, Palembang.

Namun, warga sangat menyayangkan proses pengerjaan proyek tersebut. Pasalnya, kendaraan molen atau truk mixer diketahui melintas di atas jalan cor beton yang telah lebih dulu dibangun, tepatnya pada Juli 2025 lalu. Aktivitas kendaraan berat tersebut diduga kuat menjadi penyebab utama rusaknya struktur jalan yang belum cukup usia untuk menahan beban berat.

“Jalan ini baru di bangun 6 bulan lalu Pak, sekarang sudah rusak parah akibat lalu lalang mobil molen,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu (14/12/2025).

Ia menambahkan, upaya perbaikan sempat dilakukan oleh pihak terkait, namun dinilai asal-asalan dan tidak menyentuh akar permasalahan. “Kemarin hari jumat malam Sabtu ada mobil molen memperbaiki tapi cm menumpahkan sisa-sisa coran saja,” imbuhnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan, kondisi jalan saat ini terlihat retak, bergelombang, bahkan terdapat bagian yang mulai hancur. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga yang melintas, khususnya pengendara roda dua.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Bina Marga Kota Palembang, Ir Landri, ST., MM., IPM, saat dikonfirmasi oleh wartawan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan, enggan memberikan tanggapan. Bahkan, nomor wartawan diketahui telah diblokir.

Baca Juga :  Fakta Mengejutkan di PN Palembang: Fee Proyek LRT Rp 25 Miliar Diserahkan Tunai

Sikap tersebut menambah tanda tanya publik terkait transparansi, pengawasan, serta kualitas pelaksanaan proyek infrastruktur yang menggunakan dana publik. Warga berharap pihak berwenang segera turun tangan dan bertanggung jawab atas kerusakan jalan yang baru saja dibangun demi kepentingan masyarakat luas. (Rmd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *