Aksi Premanisme dan Pemalakan di Palembang Kian Marak, Warga Pertanyakan Misi RD-PS “Aman dan Nyaman”

PALEMBANG, PS.COM – Slogan “Palembang Nyaman dan Aman” pada Misi saat Kampanye yang digaungkan Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, dan Wakil Walikota Palembang Primasalam, kembali menjadi sorotan publik. Maraknya aksi Premanisme dan pemalakan di sejumlah titik strategis Kota Palembang memunculkan gelombang kritik warganet yang menilai kondisi keamanan kota semakin memprihatinkan.

Dalam beberapan bulan terakhir, Tiga peristiwa premanisme dan pemalakan kembali menghebohkan publik. Kejadian pertama terjadi menimpa seorang jurnalis nasional, Kejadian Kedua di atas Jembatan Ampera, menimpa seorang wisatawan asal Lampung yang di jambret barang berharganya.

Tidak lama berselang, kasus pemalakan lain muncul di simpang lampu merah Macan Lindungan, yang dialami para sopir. Mereka mengaku menjadi sasaran pemalakan saat berhenti di lampu merah, memperkuat stigma bahwa kawasan tersebut merupakan salah satu titik rawan premanisme di Palembang.

Isu ini menjadi topik panas di media sosial, khususnya setelah diunggah oleh akun Instagram palembangssci, yang selama ini dikenal aktif mengangkat kejadian sosial terkini di kota tersebut. Kolom komentar akun tersebut dibanjiri keluhan, kritik, dan kemarahan warganet yang merasa jenuh dengan maraknya aksi pemalakan.

Berikut beberapa komentar warganet di akun @palembangssci yang menggambarkan keresahan masyarakat:

mas_wondoe menulis dengan nada geram:

“Tolong pak Polisi. Mun ketemu pelakunye nitip 2 lubang di sikil nyo.” Senin (24/11/2025)

rizkyramadhan040198 menyoroti posisi sulit masyarakat:

“Serba salah jadi rakyat jelata. Kito melawan pelaku kriminal dijadikan tersangka, giliran kito diam biso mati macam si korban. Oh inilah Konoha nyo Indonesia.”

akmalkurniawn mengkritik kebiasaan aparat yang dinilai hanya reaktif:

“Galak nak maluke Palembang cak ini. Nunggu viral baru di-TL samo pak wali kota, polisi. Habis itu dikontenek, terus dak dilakuke apo-apo lagi. Pancen hukumnyo dak belajar dari kejadian sebelumnya.”

Baca Juga :  Ratu Dewa Sambut Pembukaan Kembali Penerbangan Palembang–Singapura, Singapura Puji Potensi Besar Palembang

sakaaufar meminta tindakan nyata dari aparat:

“Noted. Tolong di-clean up pak aksi premanisme di area Macan Lindungan. Sudah sangat meresahkan. Jangan sampai Palembang dilabeli zona merah kriminalitas.”

mimiyamin88 menyebut kasus ini sudah berkali-kali diperingatkan warga:

“Pancing nian, dipalak dor ken. Mestinyolah takut kejadian palak disano sedari dulu banyak terjadi. Ini malah nyawo dimakan. Malukeun bae dak sudah ngurusi simpang ML ini.”

Rata-rata komentar menunjukkan kekecewaan yang dalam terhadap situasi keamanan Kota Palembang. Banyak warganet menilai bahwa kejadian pemalakan ini bukan fenomena baru, tetapi masalah lama yang terus berulang karena penindakan dianggap tidak maksimal.

Dengan kondisi seperti ini, masyarakat berharap pihak kepolisian dan pemerintah kota bergerak cepat melakukan pengamanan di titik-titik rawan, meningkatkan patroli, dan menindak tegas pelaku premanisme.

Masyarakat menuntut agar jargon “Nyaman dan Aman” tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar dirasakan oleh warga dan pendatang yang beraktivitas di Kota Palembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *