Inpres Diabaikan, Kantor Walikota Dihias Lagi: Saat Negara Hemat, Pemkot Palembang Malah Foya-Foya!”

PALEMBANG, PSCOM — Saat pemerintah pusat tengah menjerit menekan defisit dengan kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang justru menari di atas bara penghematan. Di tengah seruan hemat nasional, mereka malah “foya-foya” dengan proyek renovasi megah di kantor Walikota Palembang, Jl. Merdeka No. 1.

Dilansir dari ayopalembang.com, terlihat pembangunan dan rehab dilakukan di berbagai sisi kantor kebanggaan Pemkot Palembang itu. Ironisnya, proyek tersebut muncul tak lama setelah Presiden menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran belanja negara dan daerah untuk Tahun Anggaran 2025.

Langkah Pemkot Palembang ini pun menuai kritik tajam dari Komunitas Masyarakat Anti Korupsi (K-Maki) Sumatera Selatan. Mereka menilai, renovasi tersebut bukan hanya tak sensitif terhadap kondisi keuangan negara, tapi juga berpotensi menampar wajah kebijakan efisiensi yang digaungkan pemerintah pusat.

“Ketika yang lain efisiensi, Pemkot Palembang jor-joran rehab kantor Walikota,”

tegas Deputy K-Maki Sumsel, Ir. Feri Kurniawan, kepada wartawan, Kamis (6/11/2025).

Feri menyebut, proyek pembangunan dan rehab yang meliputi pagar, taman tengah, ruang Wakil Walikota, hingga beberapa ruangan di sekretariat daerah, menunjukkan betapa Pemkot Palembang abai terhadap semangat efisiensi.

Bahkan, ia menilai proyek itu terasa dipaksakan dan sarat aroma kepentingan politik pasca-Pilkada.

“Seperti taman di bagian tengah kantor Walikota, itukan baru selesai dibangun dan direhab, ini dibangun lagi, untuk apa?” ujarnya dengan nada heran.

Menurutnya, kebijakan efisiensi seharusnya mengarahkan anggaran untuk hal-hal yang benar-benar menyentuh masyarakat bukan sekadar mempercantik gedung pejabat.

“Harusnya kan anggarannya bisa dialokasikan untuk pelayanan, pendidikan, pelayanan kesehatan dan pelayanan publik lainnya,” terang Feri.

Ia juga mendesak aparat penegak hukum turun tangan mengawasi proyek tersebut.

Baca Juga :  Curhat Pengendara Soal Putaran Depan Kampus IGM: Buka Tutup Tak Jelas

“Cek pembangunan taman di bagian tengah kantor Walikota. Apa urgensinya taman tersebut beberapa kali direhab, karena taman itu belum lama direhab, sekarang sudah direhab lagi,” tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait proyek ini, Kepala Bagian Umum Setda Kota Palembang, Efriyulina, memilih bungkam. Tak satu pun jawaban keluar dari pihak Pemkot untuk menjelaskan urgensi proyek yang menelan anggaran besar di tengah masa efisiensi nasional. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *