Palembang, PScom – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak bernama Fatiyah kembali menyita perhatian publik. Di tengah proses penanganan yang sedang berjalan, muncul sejumlah tanggapan warganet yang menyoroti sikap pihak terkait, terutama soal netralitas dan kehati-hatian dalam memberikan keterangan resmi.
Salah satu komentar yang menarik perhatian datang dari akun kamalfh89. Ia menilai keterlibatan dokter Puskesmas yang lebih awal menyampaikan keterangan medis dengan istilah “suspek pertusis” atau batuk rejan dinilai terlalu dini dan berisiko menimbulkan opini yang bisa merugikan pihak keluarga korban.
“Keterlibatan dokter Puskesmas dengan keterangan ‘suspek pertusis’ memang terlalu dini dan berisiko bentuk opini yang merugikan orang tua Fatiyah, karena melemahkan dugaan kekerasan tanpa bukti forensik kuat. Walikota seharusnya prioritaskan netralitas dengan dorong VeR, bukan mediasi cepat yang bias. Ini sistemik – lindungi anak seperti Fatiyah dimulai dari proses adil,” tulisnya. Selasa (4/11/2025)
Komentar tersebut mendapat perhatian dari banyak pengguna media sosial lain yang menilai pentingnya pendekatan yang hati-hati dan profesional dalam kasus yang melibatkan anak. Beberapa pengguna lainnya juga menilai bahwa pernyataan publik dari pihak tenaga medis maupun pejabat daerah sebaiknya menunggu hasil forensik resmi agar tidak menciptakan kesan bias di tengah masyarakat.
Unggahan video yang menampilkan momen keluarga Fatiyah bersama pihak Puskesmas itu dibagikan oleh akun Instagram oypalembang, dengan caption yang mengundang diskusi publik:
“Aku penasaran pendapat kawan-kawan lain, cak mano menurut kamu?”
Kasus ini kini masih terus berkembang dan menjadi perhatian banyak pihak yang berharap agar proses hukum berjalan objektif dan berpihak pada keadilan, terutama bagi perlindungan anak.













