RUSIA, PSCOM -Seorang mantan prajurit Marinir TNI AL, Satria Arta Kumbara, dilaporkan mengalami luka parah akibat gempuran mortir dan serangan drone kamikaze saat bertempur di garis depan perang Rusia–Ukraina.
Kabar ini pertama kali disampaikan Ruslan Buton, eks anggota TNI AD, melalui unggahan video di TikTok pada Kamis (21/8/2025). Dalam rekaman tersebut, Satria tampak berlumuran darah dengan kepala diperban. Meski dalam kondisi kritis, ia masih sempat menyampaikan ucapan Dirgahayu Republik Indonesia ke-80.
“Dirgahayu Republik Indonesia. Mudah-mudahan rakyat semakin sejahtera, tercipta lapangan kerja yang banyak untuk kesejahteraan rakyat. Sekali merdeka tetap merdeka,” ucapnya dengan suara terbata.
Dalam pesan WhatsApp yang ditunjukkan Ruslan, Satria mengaku terkepung oleh serangan artileri berat Ukraina. Ia menyebut tengah dievakuasi mundur sejauh 10 kilometer menuju titik aman sebelum akhirnya komunikasi terputus.
Sejumlah media nasional turut mengonfirmasi kondisi Satria. Okezone melaporkan bahwa ia memang mengalami luka serius serta menyinggung status kewarganegaraannya yang otomatis gugur karena bergabung dengan militer asing. Namun pemerintah membuka peluang baginya untuk kembali menjadi WNI melalui proses naturalisasi.
Sementara itu, Suara.com menuliskan pesan singkat Satria yang meminta doa masyarakat Indonesia agar dirinya selamat dari situasi tersebut.










