Nyawa Pemotor Jadi Taruhan! Pembatas Jalan Jl. Ahmad Yani Ambruk Tanpa Rambu

PALEMBANG, PALEMBANGSEKILAN.COM— Pengerjaan atau pembongkaran pembatas jalan (separator) di sepanjang Jalan Jenderal Ahmad Yani, Palembang mulai dari kawasan depan Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) hingga Universitas Bina Darma dikeluhkan warga dan pengguna jalan.

Pasalnya, potongan-potongan beton pembatas jalan tersebut tampak dibiarkan miring, roboh, dan bahkan ada yang terlepas hingga memakan sebagian lajur kendaraan tanpa dilengkapi rambu peringatan atau pengaman proyek yang memadai.

Berdasarkan pantauan dan rekaman di lapangan, pecahan balok beton separator berada sangat dekat dengan arus kendaraan yang melintas. Pada beberapa titik, material beton yang roboh menjorok ke aspal sehingga mempersempit ruang gerak pengendara, terutama pengendara roda dua (sepeda motor).

Kondisi ini makin mengkhawatirkan karena tidak terlihat adanya barikade pengaman, pita pembatas, maupun lampu pengerjaan (skotlet/rambu K3) di sekitar lokasi pengerjaan. Pada malam hari atau saat jarak pandang terbatas akibat cuaca buruk, tumpukan beton yang menonjol ke badan jalan tersebut berpotensi tinggi memicu kecelakaan lalu lintas fatal.

Sejumlah warga dan pemotor yang kerap melintasi jalur sibuk tersebut menyayangkan minimnya penerapan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dari pihak kontraktor maupun instansi terkait.

“Ini sangat berbahaya, apalagi untuk pemotor. Betonnya miring dan ada yang jatuh ke jalan, tapi tidak ada rambu proyek sama sekali. Seolah nyawa pengendara yang jadi taruhannya,” ujar salah seorang pengendara yang melintas di kawasan tersebut. Rabu (14/10/2026).

Semantar itu, pihak pemborong saat dikonfirmasi telah menambah armada penganut balok tersebut.

“Ya, sudah ditambah untuk armadanya,” terangnya di lapangan.

Jalan Ahmad Yani merupakan salah satu urat nadi lalu lintas utama di Kota Palembang yang selalu padat oleh kendaraan warga, mahasiswa, serta moda transportasi publik. Keberadaan material beton yang terbengkalai tanpa rambu keselamatan tersebut dinilai sangat berisiko membahayakan keselamatan jiwa masyarakat.

Baca Juga :  Ironi Luar Biasa! Rumahnya Miliaran, Jalannya Mirip Kubangan Kerbau di Depan Royal Grande Jakabaring

Masyarakat dan pengguna jalan mendesak dinas terkait serta pelaksana proyek untuk segera memasang rambu-rambu peringatan K3 yang jelas dan menertibkan balok-balok beton yang berantakan sebelum memakan korban jiwa.(Nto)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *