MURATARA, Palembangsekilan.com – Situasi memanas di Desa Pulau Lebar, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara, ketika ratusan warga menggelar aksi protes besar-besaran menolak aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang merusak lingkungan. Demonstrasi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB ini menjadi sorotan setelah Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, H. Fauzi Amro, turun langsung menemui massa.
Aksi warga bukan tanpa alasan. Mereka menuding aktivitas PETI menggunakan alat berat di wilayah Ulu Rawas dan Rawas Ulu sebagai biang kerusakan lingkungan, terutama pencemaran air Sungai Rawas yang kini keruh dan tak lagi layak dipakai.
“Sungai Rawas adalah sumber air utama masyarakat. Kami mandi, mencuci, dan mengonsumsi air dari sungai ini. Sekarang semuanya tercemar,” teriak salah satu warga dengan nada penuh amarah.
Bentuk protes warga kian serius. Mereka memblokir Jembatan Kembar Desa Pulau Lebar menggunakan batang pinang, mendesak pemerintah menghentikan PETI dan mengevakuasi seluruh alat berat.
“Tuntutan kami jelas keluarkan alat berat dari tambang dan hentikan seluruh aktivitas PETI di wilayah kami,” tegas koordinator aksi.
Menanggapi situasi tersebut, Fauzi Amro menunjukkan sikap tegas dan emosional. Sebagai putra asli Desa Remban, ia mengaku prihatin dengan kondisi Sungai Rawas yang rusak parah.
“Saya lahir dan besar di Muratara. Saya sangat prihatin atas kondisi ini. Masalah PETI ini bukan hanya terjadi di Muratara, tetapi sudah merata di banyak daerah. Namun kita harus tegas dan bersama-sama menyelesaikannya di sini,” ungkapnya.
Fauzi membeberkan data mencengangkan: sekitar 50 desa terdampak pencemaran air sungai yang bahkan mengandung merkuri, menyebabkan gatal-gatal pada kulit warga. Ia menegaskan sudah berkoordinasi dengan Kapolda Sumsel Irjen Pol. Andi Rian dan Kapolres Muratara AKBP Rendy.
“Pesan dari Kapolda Sumsel, persoalan PETI di Muratara harus diselesaikan secara tuntas,” katanya.
Tak berhenti di situ, Fauzi mendesak para kepala desa agar bekerja sama dengan aparat penegak hukum. “Saya sudah minta Kapolres, Dandim, dan Camat segera panggil semua Kades di wilayah tersebut. Jangan sampai ada pembiaran lagi,” tegasnya.
Peringatan keras pun dilontarkan. “Kalau masalah ini tidak selesai dan alat-alat berat masih tetap di lokasi, saya akan bawa kasus ini ke DPR RI untuk ditindaklanjuti secara nasional,” tandas Fauzi.







