Lahat, Palembangsekilan.com – Kabupaten Lahat menjadi tuan rumah pelaksanaan Deklarasi Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba) dengan mengusung tema “Negara Hadir Sampai Desa”. Kegiatan berskala nasional ini dibuka langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol. (Purn) Suyudi Aryoseto, serta dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI, bersama sejumlah pejabat nasional dan daerah.
Deklarasi yang digelar di Gedung Olahraga Kabupaten Lahat tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang, Bupati Lahat sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Bursah Zarnubi, unsur DPR RI, kepala daerah se-Indonesia baik secara langsung maupun virtual, serta ratusan kepala desa dari berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Bupati Lahat Bursah Zarnubi menegaskan bahwa narkoba telah menjadi ancaman serius yang tidak hanya menyasar perkotaan, tetapi telah merambah hingga ke lingkungan rumah tangga dan desa-desa. Menurutnya, peredaran narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan sumber daya manusia Indonesia.
“Bangsa tidak akan mungkin menjadi inovatif, kreatif, dan maju apabila generasinya dirusak oleh narkoba. Untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, kita harus memastikan SDM kita sehat dan bebas dari narkoba,” ujar Bursah.
Ia menambahkan, upaya pemberantasan narkoba harus dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan, tidak sekadar bersifat seremonial. Pembangunan dari desa dan pengentasan kemiskinan, menurutnya, tidak akan berhasil apabila narkoba masih merajalela di tingkat akar rumput.
Senada dengan itu, Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang menyampaikan bahwa peredaran narkoba kini telah menjangkau desa hingga dusun-dusun. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan berani menyatakan sikap tegas menolak narkoba.
“Kita tidak boleh kalah dengan bandar narkoba. Semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, kepala desa, BPD, hingga masyarakat harus bersama-sama melawan narkoba demi masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Desa PDTT RI menekankan pentingnya menghadirkan berbagai kegiatan positif di desa sebagai langkah preventif. Ia menilai program-program desa seperti desa wisata, desa ekspor, serta desa tematik di bidang pertanian dan perikanan dapat menjadi solusi konkret untuk menjauhkan masyarakat, khususnya generasi muda, dari pengaruh narkoba dan praktik negatif lainnya, termasuk judi online.
“Kita jawab tantangan narkoba dengan hal-hal positif. Desa harus menjadi benteng terakhir dalam melindungi generasi bangsa,” ujarnya.
Kepala BNN RI Komjen Pol. (Purn) Suyudi Aryoseto menyampaikan bahwa Deklarasi Indonesia Bersinar di Kabupaten Lahat merupakan momentum bersejarah sekaligus tonggak awal penguatan penanganan narkoba berbasis desa. Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Lahat akan menjadi salah satu titik awal pengembangan layanan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
“Kegiatan ini adalah wujud nyata hadirnya negara (state presence) dalam membangun pertahanan nasional dari unit terkecil, yaitu keluarga dan desa,” kata Suyudi.
Ia juga mengingatkan bahwa Provinsi Sumatera Selatan termasuk wilayah dengan tingkat penyalahgunaan narkotika yang relatif tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran kolektif agar masyarakat tidak bersikap apatis. Menurutnya, perang melawan narkoba harus dilakukan secara tegas terhadap bandar, namun tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan bagi korban penyalahgunaan melalui rehabilitasi.
Deklarasi Indonesia Bersinar di Kabupaten Lahat diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, guna mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. (Nop)







