Kuasa Hukum Minta Pengamanan Rumah Sakit Diperketat untuk Pemulihan Mental Korban Pembacokan

PALEMBANG, PALEMBANGSEKILAN.COM — Kondisi ketiga korban penyerangan brutal di Jalan Cik Maimunah, Pertahanan Ujung RT 73/RW 01, Kelurahan 16 Ulu, Palembang, dilaporkan kian membaik. Kendati demikian, ketiganya masih harus menjalani rangkaian pemulihan medis secara intensif di RS Hermina dan RS Muhammadiyah Palembang, Rabu (4/11/2026).

“Alhamdulillah, ketiga korban telah menjalani prosedur operasi dan kini berangsur membaik. Kemarin, Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, mereka baru saja dipindahkan dari ruang ICU,” ujar Titis Rachmawati, kuasa hukum para korban M Alhadi (30), Hafis (59), dan Irfani (36)saat ditemui awak media.

Didampingi oleh timnya, Bayu Prasetya Andrinata dan Andre Yunialdi, Titis secara khusus meminta manajemen kedua rumah sakit yang merawat korban agar memperketat sistem keamanan serta membatasi kunjungan, baik dari pihak keluarga, kerabat, maupun pihak luar.

“Aksi pembacokan secara sadis yang menimpa klien kami merupakan bentuk kejahatan serius yang tidak hanya mencederai fisik dan psikologis korban, tetapi juga menimbulkan keresahan mendalam di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kami meminta pihak rumah sakit untuk memperketat pengawasan dan membatasi pengunjung demi ketenangan istirahat korban,” tegasnya.

Titis juga menjabarkan bahwa hingga hari ini, para korban masih menampakkan dampak trauma mendalam atas insiden brutal yang dilakukan oleh kelompok preman tersebut.

“Di lokasi kejadian, situasi berangsur normal, meskipun sebagian warga dan keluarga korban masih diliputi rasa takut dan trauma. Kami berharap pihak kepolisian dapat segera mengintensifkan penjagaan di sekitar lokasi guna mengantisipasi potensi peristiwa susulan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Titis turut menyampaikan apresiasi atas atensi serta respons cepat yang diberikan oleh aparat penegak hukum terhadap tragedi berdarah di kawasan Plaju, Sumatra Selatan ini.

Baca Juga :  Ini Dia Hubungan Partai Garuda dengan Gerindra

“Pasca-penyerangan tersebut, salah satu warga setempat sempat didatangi pihak intelijen yang bertujuan menggali informasi guna memitigasi agar insiden serupa tidak terulang. Badan Intelijen Negara (BIN) bahkan sempat menanyakan sejauh mana proses hukum atas kejadian ini telah berjalan di kepolisian,” pungkas Titis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *