Rekam Jejak Buruk Karhutla: PT Campang Tiga Milik Mularis Djahri Bertengger di Papan Atas, Sumbang 1.676 Titik Panas

PALEMBANG, PALEMBANGSEKILAN.COM — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Eksekutif Daerah Sumatera Selatan mengungkap fakta mengejutkan terkait sebaran titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan. Dari puluhan ribu titik panas yang terdeteksi, perkebunan kelapa sawit PT Campang Tiga milik pengusaha Mularis Djahri menjadi salah satu penyumbang terbanyak.

Berdasarkan analisis spasial WALHI Sumsel menggunakan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SIPONGI) Kementerian Kehutanan periode 1 September hingga 2 Oktober 2026, tercatat sebanyak 22.690 titik panas berada di dalam kawasan konsesi perusahaan.

Data yang dirilis resmi melalui akun Instagram @walhisumsel pada Selasa (7/10/2026) tersebut merincikan bahwa 10.411 hotspot berada di wilayah izin Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH/HTI) pada 18 konsesi. Sementara 12.279 hotspot lainnya mengepung wilayah izin perkebunan di 63 konsesi perusahaan.

PT Campang Tiga menjadi sorotan utama setelah menempati posisi kedua dalam daftar perusahaan sektor perkebunan penyumbang titik panas terbanyak di Sumsel, yakni mencapai 1.676 hotspot.

Posisi pertama diduduki oleh PT Roempoen Enam Bersaudara dengan 1.847 hotspot. Di bawah PT Campang Tiga, menyusul PT Bumi Sriwijaya Sentosa (1.668 hotspot), PT Golden Blossom Sumatera (833 hotspot), dan PT Kelantan Sakti (714 hotspot).

Tingginya angka titik panas di area konsesi PT Campang Tiga menimbulkan keprihatinan publik. Pasalnya, perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Sumsel ini diketahui milik tokoh ternama, Mularis Djahri, yang tercatat pernah menjabat sebagai Direktur PT Campang Tiga. Masuknya konsesi perusahaan ini ke dalam daftar penyumbang hotspot terbesar kian memperpanjang catatan kelam pengawasan karhutla di sektor perkebunan swasta.(Nto)

Baca Juga :  Sentuhan Kasih di Hari Buruh: Ditintelkam Polda Sumsel Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan Peduli Anak Yatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *