Banyuasin, Palembangsekilan.com – Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus melakukan langkah agresif untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengejar posisi puncak lumbung pangan Nusantara. Mengoptimalkan potensi daerah, Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH., MH secara langsung memimpin penaburan benih padi perdana di atas lahan tidur, memulai aktivasi 6 hektar pertama dari total target 496 hektar lahan yang akan diproduktifkan. Tabur benih ini sendiri diadakan di Desa Lubuk Karet Kecamatan Betung, Kamis (10/09/2026).
Langkah strategis ini diyakini akan semakin mengukuhkan posisi Banyuasin yang sebelumnya telah sukses menduduki peringkat pertama sebagai daerah dengan Peningkatan Produksi Beras Nasional tertinggi sepanjang tahun 2025. Saat ini, Banyuasin tercatat kokoh sebagai penghasil gabah terbesar di Sumatera dan menduduki posisi kedua di tingkat nasional dengan capaian fantastis 1.176.108 Ton Gabah Kering Giling (GKG) pada akhir 2025.
Dalam sambutannya, Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH., MH menegaskan bahwa upaya pemanfaatan lahan tidur ini adalah kunci untuk merebut posisi puncak secara nasional.
“Hari ini kita mulai menabur benih di area seluas 6 hektar, sebagai langkah awal dari total 496 hektar lahan tidur yang akan kita hidupkan kembali. Ini bukan sekadar menanam padi, tapi sebuah komitmen besar. Mengingat tahun 2025 kita sudah berhasil memproduksi lebih dari 1,17 juta ton GKG dan menjadi nomor dua nasional, maka dengan perluasan lahan ini, target menjadikan Kabupaten Banyuasin sebagai Penghasil Beras Peringkat Pertama se-Indonesia bukanlah hal yang mustahil. Kita akan capai itu,” tegasnya.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Provinsi. Pj Swasembada Pangan Sumatera Selatan, Dr. Suharyanto, yang hadir memberikan apresiasi tinggi atas terobosan nyata Pemerintah Kabupaten Banyuasin.
“Banyuasin adalah tulang punggung swasembada pangan di Sumatera Selatan sekaligus penopang utama ketahanan pangan nasional. Mengubah 496 hektar lahan tidur menjadi lahan produktif adalah langkah cerdas dan progresif. Kami sangat mendukung inisiatif ini. Dengan tren positif sejak 2025, saya sangat yakin Banyuasin memiliki kapasitas penuh untuk segera melesat menjadi penghasil beras nomor satu di Indonesia,” ungkap Dr. Suharyanto.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendampingi para pahlawan pangan, agenda penaburan benih ini juga dirangkaikan dengan sesi dialog interaktif. Bupati Banyuasin duduk bersama para penyuluh pertanian untuk mendengar langsung keluh kesah, dinamika di lapangan, serta mencatat berbagai kebutuhan operasional dan sarana prasarana yang paling mendesak. Dialog ini memastikan bahwa kebijakan pemerintah daerah berjalan selaras dengan kebutuhan nyata petani dan penyuluh demi mewujudkan Banyuasin sebagai lumbung beras nomor satu di Tanah Air.










