Lantik Kader Se-Indonesia, Dewan Pembina Ormas Harimau Sumatera, FH : Instruksikan Jaga Marwah dan Bela Hak Rakyat

PALEMBANG — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Harimau Sumatera resmi melantik jajaran pengurus dan kader baru dari seluruh penjuru Indonesia. Prosesi pelantikan yang berlangsung di Palembang ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), tokoh adat, tokoh agama, serta pimpinan organisasi kepemudaan setempat.

Dalam orasi politiknya yang mengusung tema “Harimau Bangkit, Sumatera Bermartabat”, Dewan Pembina Harimau Sumatera menegaskan bahwa momentum ini menjadi saksi sejarah bangkitnya gerakan sosial yang berakar dari aspirasi masyarakat bawah.

“Hari ini kita jadi saksi sejarah. Harimau Sumatera tidak lagi tidur. Hari ini Harimau Sumatera mengaum! Harimau Sumatera lahir dari rahim rakyat yang tertindas, maka khianat kepada rakyat sama saja dengan mengkhianati leluhur,” tegas Dewan Pembina dalam sambutannya.

Tiga Filosofi dan Panggilan Zaman

Dewan Pembina memaparkan bahwa nama “Harimau Sumatera” bukan sekadar identitas, melainkan simbol dari tiga nilai utama: Kekuatan dalam menerkam kebenaran, Kewibawaan organisasi yang disegani, serta Kecintaan pada Tanah Air dengan menjaga marwah bumi Sumatera.

Menyikapi tantangan daerah saat ini, Dewan Pembina menitipkan tiga tugas besar sebagai “Panggilan Zaman” yang wajib dijalankan oleh seluruh kader:

1. Menjadi Penjaga Kedaulatan Rakyat

Dewan Pembina menyoroti ketimpangan di Sumsel yang kaya akan sumber daya alam seperti batubara, migas, sawit, dan karet, namun masyarakatnya dinilai belum sejahtera secara merata.

Instruksi Tegas: Kader diinstruksikan menjadi kontrol sosial (social control) yang bergerak berbasis data demi mengawal kebijakan publik serta melawan penyelewengan oknum pejabat atau perusahaan.

2. Menjadi Pemersatu Bangsa

Di tengah keberagaman suku dan agama di Sumatera, organisasi ini ditekankan untuk tidak mudah diadu domba oleh kepentingan politik. Musuh nyata yang harus diperangi bersama adalah kemiskinan, kebodohan, narkoba, dan ketidakadilan.

Baca Juga :  Jasa Raharja Tegaskan Komitmen Perlindungan Sosial, Salurkan Rp2,4 Triliun Santunan bagi Korban Kecelakaan

3. Menjadi Penggerak Kebaikan Melalui Aksi Nyata

Kader diminta tidak hanya aktif dalam menyampaikan aspirasi di jalanan, melainkan wajib menghadirkan solusi konkret. Dewan Pembina langsung menginstruksikan pembentukan tiga sayap gerakan baru:

Harimau Tani: Mendampingi petani karet dan sawit saat harga komoditas anjlok.

Harimau Bersinar: Memerangi peredaran narkoba hingga ke lingkungan sekolah.

Harimau Peduli: Menjadi garda depan dalam membantu korban bencana alam.

Pesan untuk Pengurus Baru dan Pembacaan Ikrar

Kepada pengurus yang baru dilantik, Dewan Pembina mengingatkan dengan keras bahwa jabatan adalah sebuah amanah, bukan hadiah. Ketua diharapkan menjadi pelayan anggota, sekretaris diminta tertib dalam administrasi, dan bendahara diwanti-wanti untuk menjaga transparansi keuangan organisasi.

“Satu kader berulah, seluruh rimba kena getahnya. Jaga nama baik Harimau Sumatera,” imbuhnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan empat poin Ikrar Harimau Sumatera yang diikuti dengan lantang oleh seluruh kader yang hadir. Ikrar tersebut menegaskan kesetiaan pada Pancasila dan NKRI, komitmen membela hak rakyat, penolakan terhadap kekerasan melalui jalur dialog, serta kesiapan menjaga marwah tanah Sumatera.

Sebagai penutup, Dewan Pembina mengajak seluruh elemen pengurus untuk membangun sinergi yang harmonis demi kemajuan daerah.

“Kibarkan panji Harimau di seluruh Sumatera. Kami akan kawal kalian dari parlemen, kalian kawal kami dari jalanan. Kolaborasi, bukan konfrontasi!” pungkasnya yang disambut gemuruh pekik merdeka dari para peserta pelantikan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *