Kawal Ekonomi Desa, APDESI Merah Putih dan MADANI Connection Bahas Optimalisasi Koperasi Desa

Jakarta- Assosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih terus mengawal agenda pembangunan desa melalui penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat. Dalam Forum Group Discussion (FGD) bertema “Optimalisasi Peran Koperasi Desa Merah Putih sebagai Motor Penggerak Ekonomi Pedesaan”, Ketua Umum APDESI Merah Putih, diwakili oleh Ketua OKK, Bambang Heriyanto, S.H, hadir sebagai narasumber utama untuk menyampaikan pandangan dan aspirasi pemerintah desa terkait pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.

Diskusi yang diinisiasi oleh MADANI Connection ini juga dihadiri oleh Nara Sumber lintas sektoral, mulai dari tataran pembuat kebijakan, Pakar Ekonomi, Pakar Komunikasi Politik, antara lain Wakil Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Bapak Suroto Staf Ahli Agrinas Pangan Nusantara, Dr. Hendri Satrio (Pakar Komunikasi Politik), dan Kementerian Koperasi Republik Indonesia. Forum Grup Diskusi ini menjadi ruang strategis untuk membahas berbagai tantangan dan peluang dalam implementasi Koperasi Desa Merah Putih, mulai dari aspek tata kelola, pembiayaan, penguatan kapasitas SDM, hingga keberlanjutan ekosistem ekonomi desa. APDESI Merah Putih menegaskan bahwa koperasi desa harus menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang mampu memperkuat ekonomi lokal tanpa membebani keuangan desa maupun mengganggu usaha masyarakat yang telah berkembang.

Melalui forum ini, APDESI Merah Putih mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan yang berpihak kepada desa, memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, serta memastikan Koperasi Desa Merah Putih dapat tumbuh sebagai lembaga ekonomi yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Hasil diskusi ini diharapkan akan menjadi masukan strategis bagi para pemangku kebijakan dalam menyempurnakan arah pembangunan ekonomi desa ke depan.

Dalam Closing statement nya APDESI MERAH PUTIH juga menekankan agar Praktek Model Bisnis Koperasi Desa Merah Putih ke depan dapat Adatif terhadap potensi komoditas berbasis lokal desa dan dapat dijalankan secara berkelanjutan dengan sumber daya yang terbatas. (ton)

Baca Juga :  Bangun Kemitraan Strategis, Kabag Pemberitaan Setjen DPD RI Kunjungi PJS Sumsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *