Belum Mulai Sudah Rusuh: Netizen Desak Konser Besutan HS Di Palembang Dibatalkan Total

PALEMBANG, PALEMBANGSEKILAN.COM— Alih-alih menjadi momen yang dinanti, proses penukaran tiket sebuah konser musik yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 24 Mei 2026, justru berujung ricuh. Ketidaksiapan pihak promotor (panitia HS) dalam mengantisipasi lonjakan penonton dituding menjadi biang kerok utama terjadinya saling dorong di lokasi antrean.

Berdasarkan video yang viral di akun Instagram @sumsela1 pada Jumat (22/5/2026), antrean calon penonton yang semula tertib berubah menjadi chaos. Ribuan orang yang membeludak tidak diimbangi dengan sistem manajemen massa (crowd management) yang matang dari pihak penyelenggara.

Suara Konsumen: Antre 5 Jam Tanpa Hasil dan Sindiran “Siasat Marketing”

Kekacauan di lapangan tercermin jelas dari jeritan kekecewaan netizen di kolom komentar. Banyak calon penonton yang mengaku sudah datang sejak siang hari dan mengantre secara tertib, namun harus pulang dengan tangan hampa dan kaki kram.

Beberapa keluhan langsung dari masyarakat di antaranya:

Antrean Ekstrem Tanpa Kepastian: Akun @krrivandy dan @chulooopapii1 mengungkapkan bahwa mereka sudah berdiri mengantre dari jam 1 siang hingga jam 6 sore. Meskipun sudah mengantre sesuai aturan dan tidak menyerobot, mereka tetap tidak mendapatkan tiket. “Dapet pegelnyo bae,” tulis salah satu netizen meluapkan kekesalannya.

Informasi Mendadak: Pihak promotor juga dikritik karena memberikan informasi penukaran tiket secara mendadak pada tengah malam, sehingga membingungkan calon penonton.

Kekecewaan Fans Berat: Akun @al__pajar menyampaikan rasa frustrasinya karena konser yang diisi oleh band-band favoritnya justru dirusak oleh manajemen yang amburadul. “A1 kecewa, berebot galo wong (semua orang berebutan),” ujarnya.

Kritik Tajam “Trik Marketing”: Kekacauan ini bahkan memicu sindiran pedas dari netizen yang menilai promotor sengaja menciptakan kondisi ini demi publisitas. Akun @dre.tbln berkomentar, “Tek utak teknik marketing galo roboh kelh produk HS (Tidak punya otak, semua teknik marketing roboh oleh produk HS).”

Baca Juga :  ​Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Bungkam, Jeritan Sopir Truk Palembang Menggema di Tengah Kelangkaan Solar!

Gagap Kelola Massa, Predikat ‘Zero Conflict’ Palembang Dipertaruhkan

Kericuhan dan gelombang protes ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Banyak yang menyayangkan ketidakmatangan promotor lokal dalam mengeksekusi acara berskala besar. Pasalnya, selama ini Provinsi Sumatra Selatan dan Kota Palembang dikenal ketat menjaga predikat sebagai wilayah zero conflict (nol konflik).

“Memaksakan gelaran acara berskala besar tanpa kesiapan matang dari panitia lokal dinilai dapat mencederai komitmen keamanan yang selama ini dijaga ketat oleh masyarakat dan aparat daerah.”

Jika pada tahapan pra-acara saja promotor sudah gagap hingga membuat penonton telantar dan saling sikut, muncul kekhawatiran besar akan potensi gesekan yang jauh lebih parah saat konser inti berlangsung. Alhasil, desakan agar pihak berwenang meninjau ulang atau bahkan membatalkan izin konser kini mulai bergulir jika tidak ada perbaikan instan.

Langkah Tegas yang Harus Dituntut dari Promotor

Untuk mencegah eskalasi massa yang lebih buruk pada hari-H, promotor dituntut untuk segera melakukan perombakan taktis:

Evaluasi Total SOP Manajemen Massa: Aparat kepolisian setempat harus melakukan audit total terhadap sistem penanganan kerumunan milik panitia HS yang terbukti gagal total dan menyengsarakan penonton di hari pertama.

Migrasi ke Sistem Digital / Pemecahan Lokasi: Stop penukaran tiket fisik terpusat yang memicu kerumunan berjam-jam. Mekanisme wajib diubah menjadi berbasis digital atau membagi lokasi penukaran ke beberapa titik penyerapan massa.

Pembatasan Kuota Demi Keselamatan: Jika konser tetap berjalan, jumlah penonton di dalam venue harus dipangkas dari kapasitas maksimal demi memastikan ruang gerak dan jalur evakuasi yang aman, sebagai konsekuensi kelalaian promotor.

Ancaman Diskualifikasi Izin: Pemerintah daerah dan kepolisian harus mengambil tindakan tegas berupa pembatalan acara jika pihak HS tidak mampu menjamin sistem keamanan dan kenyamanan penonton secara tertulis.

Baca Juga :  DPP PJS Matangkan Langkah Daftar Konstituen Dewan Pers, Sumsel Jadi Titik Sosialisasi

Hingga berita ini diturunkan, publik dan ribuan calon penonton yang telantar masih menunggu pertanggungjawaban serta solusi nyata dari pihak @hs.palembanfficial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *