Hadiri Sumsel Bermunajat di Milad ke-80 Provinsi Sumsel, Gubernur Herman Deru: Banyak Kontribusi Nahdiyin bagi Pembangunan Daerah

PALEMBANG – Gubernur Sumsel, Dr. H. Herman Deru bersama Wagub Sumsel, H. Cik Ujang menghadiri acara Sumsel Bermunajat dalam rangka memperingati Milad ke-80 Provinsi Sumsel yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel di Pondok Pesantren Aulia Cendikia Kampus C Palembang, Selasa (12/05/2026).

Kegiatan tersebut diisi dengan zikir dan doa bersama para santri serta mendoakan kemaslahatan masyarakat Sumsel, termasuk pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat agar berjalan lancar dan membawa manfaat bagi daerah.

Ketua PWNU Sumsel sekaligus Pimpinan Ponpes Aulia Cendikia, KH Hendra Zainuddin Al Qodiri mengajak seluruh undangan untuk bersama-sama mendoakan Sumsel dan masyarakatnya agar selalu diberikan keberkahan serta kemajuan.

“Semoga Gubernur Herman Deru sehat selalu, Sumsel diberkahi dan semakin maju. Mudah-mudahan HUT Provinsi Sumsel semakin berkah dan keberkahan tanah ini terus mengalir,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Nahdliyin memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan Sumsel.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sumsel saya menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya atas niat dan aksi baik secara nyata dalam rangka HUT Provinsi Sumsel ke-80,” katanya.

Menurut Herman Deru, usia 80 tahun bagi sebuah provinsi bukanlah usia tua, namun menjadi pijakan untuk terus mempercepat pembangunan daerah ke arah yang lebih baik.

“Usia 80 tahun ini belum usia yang tua bagi suatu wilayah, karena kecepatan membangun wilayah dalam dekade tertentu bisa sangat maju. Namun ternyata kita belum apa-apa. Pernah kita merasa keterbelakangan, tapi ketika kita menengok ke belakang banyak keunggulan yang kita miliki,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat memperdalam rasa syukur karena Sumsel masih berada dalam suasana damai dibandingkan sejumlah wilayah lain di dunia yang tengah mengalami konflik.

Baca Juga :  RUPS PT TSM 2025: Setor Dividen Rp4,8 Miliar, Wagub Cik Ujang Fokus Tingkatkan Layanan Air Bersih

“Kita harus memperdalam rasa syukur kita. Salah satu rasa syukur disebabkan kita hidup dalam suasana damai. Kita bayangkan saudara kita di Timur Tengah yang mengalami banyak kesulitan,” katanya.

Menurut Herman Deru, ulama, umara dan umat merupakan satu kesatuan penting dalam menjaga keharmonisan dan pembangunan daerah.

“Maka para pemimpin, umara dan ulama umat kita ini satu kesatuan. Oleh karena itu, kita harus bersyukur karena tinggal di Sumsel,” tambahnya.

Herman Deru juga menekankan bahwa pembangunan tidak hanya berbentuk fisik semata, tetapi juga pembangunan mental dan karakter masyarakat.

“Orang banyak melihat membangun itu bentuk fisik. Ada pembangunan yang bukan arsitektur, maka sering saya meminta pembangunan bukan fisik itu pembangunan mental,” ujarnya.

Ia menilai peran ibu sangat penting dalam membentuk karakter generasi masa depan karena pendidikan anak dimulai dari keluarga.

“Saya sebagai pemimpin menitipkan agar pada 2045 masyarakat Sumsel menonjolkan anak muda yang unggul,” katanya.

Di akhir sambutannya, Herman Deru menyampaikan terima kasih atas doa yang diberikan masyarakat dan berharap seluruh masyarakat Sumsel selalu diberikan kesehatan serta keberkahan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Herman Deru juga memberikan hadiah kepada Pondok Pesantren Aulia Cendikia sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan dan keagamaan di Sumsel.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *