Gubernur Herman Deru Dorong Penguatan Keagamaan dan Rumah Tahfiz hingga Sumsel Tembus 10 Besar MTQ Nasional

PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru memaparkan berbagai program keagamaan unggulan Pemerintah Provinsi Sumsel saat menghadiri Tabligh Akbar di Masjid Cheng Ho Jakabaring, Palembang, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar.

Dalam sambutannya, Herman Deru menjelaskan salah satu program keagamaan yang dijalankan Pemprov Sumsel, yakni Program P2UKD yang dibentuk setelah penghapusan P3N pada 2014 lalu.

Menurut Herman Deru, program tersebut lahir dari pengamatannya saat berkeliling desa dan melihat banyak mantan petugas keagamaan yang tidak lagi memiliki ruang pengabdian di tengah masyarakat.

Karena itu, Pemprov Sumsel kemudian menghadirkan Program P2UKD untuk membantu pelayanan keagamaan hingga tingkat desa.

“Sekarang jumlahnya lebih dari tiga ribu orang dan mereka membantu masyarakat mulai dari urusan pernikahan, bimbingan keagamaan hingga pelayanan sosial lainnya di desa-desa,” katanya.

Selain Program P2UKD, Herman Deru juga menyoroti program “Satu Desa Satu Rumah Tahfiz” yang terinspirasi dari perbincangannya bersama Menteri Agama saat menghadiri sebuah acara pernikahan beberapa tahun lalu.

Ia menjelaskan, pada awalnya masih banyak masyarakat yang memahami rumah tahfiz sebagai bangunan fisik. Padahal, konsep yang dimaksud adalah aktivitas pembinaan hafalan Al-Qur’an.

Menurutnya, perubahan pola pikir tersebut kini membuahkan hasil positif.

Saat ini, jumlah rumah tahfiz di Sumsel telah mencapai lebih dari 5.000 unit melalui kerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama, para guru, dan berbagai pihak terkait.

Herman Deru menilai keberadaan rumah tahfiz memberikan dampak nyata terhadap prestasi Sumsel di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional.

“Setelah bertahun-tahun belum mampu bersaing, Sumsel akhirnya berhasil masuk 10 besar nasional pada MTQ tahun 2022 berkat pembinaan generasi muda melalui rumah tahfiz,” ujarnya.

Baca Juga :  Pansus III DPRD Sumsel Bedah LKPJ 2025 Bersama PT Swarna Dwipa, Dorong Optimalisasi PAD

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumsel Dr. Syafitri Irwan mengatakan toleransi dan kerukunan umat beragama di Sumsel hingga kini tetap terjaga dengan baik.

Menurutnya, tidak ada konflik berbasis etnis maupun agama yang terjadi di Sumsel.

Ia menambahkan, penguatan nilai budaya dan agama harus terus berjalan beriringan agar masyarakat memiliki pegangan moral, spiritual, dan identitas budaya yang kuat di tengah perkembangan zaman.

Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar juga menyampaikan apresiasi atas tingginya tingkat toleransi umat beragama di Sumsel.

“Menurut data dari kami, Sumsel berada di urutan kelima tingkat toleransi beragamanya, sehingga tidak ada konflik yang terjadi di Sumsel,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat.

“Mari kita jadikan masjid sebagai tempat memberdayakan umat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pelantikan Persaudaraan Imam Masjid Provinsi Sumatera Selatan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *