PRESIDEN PRABOWO RAYAKAN IDUL FITRI 1447 H DENGAN PENDEKATAN SEDERHANA, NAH INI DIDUGA BUPATI EMPAT LAWANG ADAKAN HALALBIHALAL DI HOTEL MEWAH !!!

Palembang – Sebuah unggahan media sosial dari akun @hepysafriani menarik perhatian publik dengan membandingkan gaya perayaan Idulfitri 1447 H antara pemimpin pusat dan daerah. Konten tersebut menyoroti perbedaan mencolok dalam cara merayakan hari kemenangan yang baru saja berlalu.

Presiden Prabowo Subianto dilaporkan merayakan momen lebaran tahun ini dengan pendekatan yang jauh dari kesan glamor. Langkah Presiden yang memilih kesederhanaan ini dipandang sebagai upaya memberikan teladan bagi seluruh jajaran pemerintahan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Pendekatan ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat yang merindukan sosok pemimpin yang membumi.

Namun, narasi berbeda muncul dari Sumatera Selatan. Unggahan tersebut menyoroti dugaan pelaksanaan acara Halalbihalal oleh Bupati Empat Lawang @joncik yang dilakukan di sebuah hotel mewah. Dalam foto yang beredar, terlihat sang pejabat beserta keluarga berpose dalam balutan pakaian formal dengan latar belakang dekorasi interior hotel yang megah.

Perbedaan gaya hidup ini memicu diskusi hangat di kalangan netizen mengenai etika publik dan kepekaan sosial para pejabat daerah. Saat pemerintah pusat menggaungkan semangat efisiensi dan kesederhanaan, penggunaan fasilitas mewah untuk acara seremonial dinilai kontradiktif dengan semangat tersebut. Hingga saat ini, pihak terkait belum memberikan klarifikasi resmi mengenai detail acara maupun sumber pendanaan kegiatan halalbihalal tersebut.

Hal ini mendapatkan kritik dari K-MAKI (Komunitas Masyarakat Anti Korupsi) jika benar dilakukan di Hotel mewah maka pemimpin ini kurang peka terhadap kondisi masyarakat saat ini.

“Dalam situasi efesiensi dan kondisi masyarakat yang terpuruk, ini harus disikapi serius oleh kepala daerah”. Ujar Feri Senin (23/3/2026).

Lebih lanjut ia menyayangkan open house seperti ini bisa dilakukan dengan pendekatan sederhana.

“Ini bukan sekedar acara, tapi sensitivitas. Ketika masyarakat sedang sulit, pejabat seharunya meemberikan contoh empati bukan malah menampilkan kemewahan.” Singkatanya. (nto)

Baca Juga :  PTBA Ajak Generasi Muda Berpikir Kritis dan Inovatif Lewat Seminar Karya Tulis Ilmiah di Palembang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *