BANYUASIN – Warga Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat pria di area persawahan Simpang Meritai pada Sabtu (28/2) pagi.
Informasi yang dihimpun, jasad tersebut pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 09.20 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Rambutan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Rambutan Iptu Harmoko, S.H., M.H., segera menuju lokasi kejadian sekitar pukul 09.40 WIB untuk memastikan kebenaran informasi.
Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 09.55 WIB, petugas mendapati sesosok mayat pria tanpa identitas mengapung di area persawahan. Saat ditemukan, korban mengenakan celana jeans biru tua dan baju batik berwarna biru tua.
Dari hasil penelusuran awal di lapangan, pihak kepolisian memperoleh informasi bahwa sebelumnya keluarga korban telah melaporkan kehilangan seorang anggota keluarga. Korban diduga bernama Saripto Imam Sejati (67), lahir di Ponorogo pada 15 Juli 1958. Korban berjenis kelamin laki-laki, beralamat di Lorong Sidomulyo I No. 51 RT 12 RW 04, Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju, dan diketahui bekerja sebagai buruh. Berdasarkan keterangan keluarga, korban juga diduga memiliki riwayat penyakit pikun.
Dalam proses pengumpulan informasi, polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi. Salah satunya Jamaris (50), yang merupakan Kepala Dusun V Desa Sungai Pinang.
Sekitar pukul 10.30 WIB, jenazah korban kemudian dievakuasi dari lokasi penemuan dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis, korban merupakan seorang laki-laki dengan perkiraan usia sekitar 67 tahun dan memiliki panjang badan sekitar 167 sentimeter. Kondisi tubuh korban diketahui telah mengalami pembusukan lanjut di hampir seluruh bagian tubuh, dengan kondisi rambut yang mudah tercabut.
Secara umum bentuk tubuh korban masih dalam kondisi simetris. Namun tim medis menemukan adanya robekan pada sudut bibir sebelah kiri dengan warna dasar pucat, serta dislokasi atau perpindahan sendi pada tangan kiri. Meski demikian, dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Identitas korban semakin menguat setelah petugas mencocokkan sejumlah ciri fisik, di antaranya bentuk jari telunjuk dan jempol tangan kanan, struktur gigi, serta bentuk bahu yang sesuai dengan data yang diberikan pihak keluarga.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Untuk surat keterangan resmi dari rumah sakit memang belum bisa diambil karena masih menunggu proses pemeriksaan secara menyeluruh,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Polsek Rambutan terus melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut sambil menunggu hasil pemeriksaan medis lengkap dari RS Bhayangkara.(ril)







