PALEMBANG, PS.COM – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Palembang II melaksanakan agenda reses mulai tanggal 11 hingga 14 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat di wilayah Kecamatan Alang-Alang Lebar, Sukarami, Kemuning, IT I, II, III, dan Sematang Borang.
Hadir dalam agenda tersebut Koordinator Dapil Hj. Zaitun, SH., M.Kn. (Gerindra), Wakil Ketua DPRD Sumsel H. Nopianto, S.Sos., MM. (Nasdem), H.M. Anwar Al-Syadat, S.Si., M.Si. (PKS), Ir. H. Zulfikri Kadir (PDI Perjuangan), Muhammad Yansuri, S.Ip. (Golkar), Tamtama Tanjung, SH. (Demokrat), serta Fajar Febriansyah, ST., M.I.Kom. (PAN).

H. Nopianto Saat sesi Wawancara dengan Awak media, Foto : Ist
Dalam kunjungannya ke SMA Nurul Iman pada Kamis (12/2), H. Nopianto menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kesetaraan porsi penerimaan siswa baru antara sekolah swasta dan negeri. Ia berharap ke depan tidak ada lagi kesenjangan yang mencolok dalam sistem penerimaan siswa.
“Swasta berharap diberikan kesempatan yang sama atau porsi yang sama dalam penerimaan sehingga tidak ada perbedaan,” ujar Nopianto.

Meski demikian, Nopianto juga mengingatkan agar sekolah swasta terus berbenah dalam meningkatkan mutu serta sarana dan prasarana (sapras) agar menjadi daya tarik bagi calon siswa. Ia mencontohkan sekolah seperti SMA Kumbang dan IGS yang tetap menjadi favorit meski berstatus swasta.
“Kualitasnya baik, sarana dan prasarananya juga baik sehingga ini salah satu menjadi pilihan,” tambahnya.

Selain isu pendidikan, tim reses juga menerima berbagai keluhan klasik masyarakat perkotaan, mulai dari masalah banjir, perbaikan jalan, hingga lampu penerangan jalan umum. Seluruh aspirasi ini akan ditampung dan dikoordinasikan, baik kepada Pemerintah Provinsi Sumsel maupun Pemerintah Kota Palembang, untuk diselesaikan secara bertahap.
Di sisi lain, Kepala Yayasan Nurul Iman, Ibnu Aziz, berharap aspirasi yang disampaikan pihak sekolah dapat benar-benar diperjuangkan. Ia menyatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan daya saing melalui program-program inovatif.

“Kami terus meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, sepertinya adanya kelas unggulan sehingga sebagai swasta dapat bersaing dengan sekolah negeri,” pungkas Ibnu Aziz.













