Dishub Muara Enim ‘Tidur’? Truk MHP Hancurkan Jalan, Anak Sekolah Terjebak Lumpur!

Muara Enim — Aktivitas angkutan kayu milik PT Musi Hutan Persada (MHP) diduga telah mengganggu mobilitas masyarakat dan anak-anak sekolah di Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim. Dampak paling terasa terjadi di Desa Suban Jeriji, Aur Duri, Gemawang, Jemenang, Manunggal Makmur, Air Enau, dan Air Talas.

Warga menilai operasional truk pengangkut kayu berkapasitas besar tersebut menyebabkan kerusakan parah pada jalan desa yang selama ini menjadi akses utama masyarakat. Jalan yang sebelumnya masih dapat dilalui kini berubah menjadi berlumpur dan berlubang akibat beban kendaraan berat yang melintas setiap hari.

Kondisi ini semakin diperparah dengan seringnya truk MHP terjebak di jalan tanah yang minim perawatan. Selain itu, kayu yang tercecer dari bak truk menjadi potensi bahaya serius bagi keselamatan pengguna jalan, terutama anak-anak sekolah.

Ketua Forum Kepala Desa Kabupaten Muara Enim, Muslim, SH, NLP, menegaskan bahwa kerusakan jalan telah berlangsung lebih dari sebulan tanpa penanganan yang memadai dari pihak perusahaan maupun pemerintah daerah.

“Sudah 1 bulan ini jalan di sini rusak akibat angkutan kayu MHP, harusnya PT MHP itu buat jalan sendiri yaitu jalan produksi jangan menumpang di jalan masyarakat, perusahaan sudah berdiri hampir 40 tahun dan jalan produksi saja tidak bisa di buat oleh PT kayu tersebut,”

Ia menambahkan bahwa pihak desa tidak menolak keberadaan aktivitas perusahaan, namun menuntut tanggung jawab yang adil terhadap dampak lingkungan dan infrastruktur.

“Kita tidak menghalangi angkutan kayu MHP, tapi hendaknya jangan dihambat untuk masyarakat beraktivitas melewati jalan tersebut oleh minimnya perawatan jalan dan jalan jadi rusak berlumpur,”

“Bahwa jalan yang dilalui oleh kendaraan MHP itu adalah jalan masyarakat dan MHP tidak pernah melakukan pembebasan lahan, jadi kalau numpang harusnya jalan tersebut dirawat baik, bukan hanya mengeruk keuntungan tapi masyarakat yang dirugikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Haekal Al-Haffafh Serukan Kritik Tanpa Benci: Saatnya Gerakan Moral, Bukan Anarkis!

Muslim juga menyampaikan sikap tegas Forum Kepala Desa Muara Enim untuk menghentikan sementara operasional angkutan kayu jika perbaikan jalan tidak segera dilakukan.

“Kami dari Forum Kepala Desa Kabupaten Muara Enim akan melakukan penyetopan seluruh angkutan kayu apabila jalan belum diperbaiki, terkhusus di Desa Aur Duri Kecamatan Rambang Niru Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan,”

“Jalan hancur akibat angkutan kayu dan anak-anak sekolah tidak bisa melintas, jalan sudah jadi bubur, jalan desa yang dipakai MHP sudah hancur babak belur jadi kami harapkan agar pihak terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim agar men-stop angkutan kayu MHP atau segera memperbaiki dan melakukan perkerasan jalan di desa-desa yang terdampak kerusakan jalan akibat aktivitas angkutan kayu perusahaan yang berkapasitas 50–60 ton,” sebutnya.

Keluhan warga semakin memuncak setelah terjadi insiden dua truk kayu MHP tersangkut di Talang Mainang, menutup akses jalan utama.

“Jangan hanya duduk diam tidur, Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim harus segera bertindak, ini di Talang Mainang dua mobil angkutan kayu MHP terikat, nyangkut nutup jalan dan anak sekolah serta warga terhambat ke sekolah,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari PT MHP maupun Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim terkait tuntutan perbaikan jalan dan penataan angkutan kayu. (Rmd/fjr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *