Lahat, Palembangsekilan.com – Humas Polres Lahat, dalam rangka swasembada pangan, yang dicanangkan Pemerintah ( ketahanan pangan ) melalui Polri bahwa, pada hari senen tanggal 08 Desember 2025 sekira jam 08.00 Wib bertempat di Lahan Jagung Mapolsek Pajar Bulan di Desa Kota Raya Lembak Kec.Pajar Bulan Kab. Lahat telah dilaksanakan kegiatan pelaksanaan panen jagung Kuartal III dalam rangka mendukung Swasembada pangan tahun 2025.
Kegiatan pelaksanaan panen jagung dilakukan dilahan perkebunan milik Ibu PAINA yang bertempat di Desa Kota Raya Lembak Kec. Pajar Bulan Kab. Lahat.
Penanam jagung pada tanggal 09 Juli 2025.
Adapun giat dihadiri oleh :
• Kapolsek Pajar Bulan AKP SUHARJO dan Kanit Binmas BRIPKA YUDI. S
Bhabinkamtibmas BRIPAK ADE.AS
AIPDA NASRULLAH.SH
• Pegawai Pertanian Kec. Pajar Bulan.
. Kepala desa dan perangkat.
. Kelompok tani desa Kota Raya, dan masyarakat.
Kanit Binmas Polsek Pajar Bulan telah menghimbau kepada pemilik lahan agar menjual hasil jagung ke Bulog akan tetapi pemilik lahan menjual hasil panen jagung kepada Sdr Fahmi dikarenakan untuk jarak tempuh akan memakan biaya ongkos sedangkan dijual kepada Sdr Fahmi Desa Tanjung Agung lebih dekat.
Kadar air pada tanaman jagung sebesar 20 %,perkiraan hasil panen kurang lebih 1,5 Ton ,Agen Jagung Pakan membeli hasil jagung Pakan dengan harga per Kg sebesar Rp 5000.
Dalam sambutanya Kapolsek Pajar Bulan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dalam mendukung ketahanan pangan melalui budidaya tanamam jagung, dan berharap agar hasil panen jagung dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga ketersediaan pangan, serta meminta kepada masyarakat lsin untuk menanam jagung baik dilahan sempit atau luas di sekitar lingkunganya. (Ant)
Lahat, Palembangsekilan.com – Dalam rangka mendukung program swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah melalui Polri, Polsek Pajar Bulan melaksanakan kegiatan panen jagung Kuartal III pada Senin, 8 Desember 2025, sekitar pukul 08.00 WIB. Kegiatan berlangsung di lahan jagung milik warga bernama Ibu Paina, yang berlokasi di Desa Kota Raya Lembak, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat.
Panen ini merupakan hasil penanaman jagung yang telah dimulai sejak 9 Juli 2025 sebagai bagian dari program pemanfaatan lahan dan pemberdayaan kelompok tani setempat. Kegiatan panen dihadiri oleh Kapolsek Pajar Bulan AKP Suharjo, Kanit Binmas Bripka Yudi S., Bhabinkamtibmas Bripka Ade A.S, Aipda Nasrullah, serta pegawai Dinas Pertanian Kecamatan Pajar Bulan. Turut hadir pula Kepala Desa beserta perangkat desa, kelompok tani Desa Kota Raya, dan masyarakat sekitar.
Pada kesempatan tersebut, Kanit Binmas Polsek Pajar Bulan memberikan himbauan kepada pemilik lahan agar hasil panen jagung dijual ke Bulog. Namun, pemilik lahan memilih menjual hasil panennya kepada seorang pengepul lokal bernama Fahmi, yang berada di Desa Tanjung Agung. Pertimbangan pemilik lahan adalah jarak tempuh ke Bulog yang lebih jauh dan membutuhkan biaya angkut lebih besar, sementara lokasi Fahmi lebih dekat sehingga lebih efisien secara ekonomi.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kadar air jagung mencapai sekitar 20 persen. Dengan kondisi tersebut, perkiraan total hasil panen mencapai kurang lebih 1,5 ton. Untuk harga jual, agen jagung pakan membeli hasil jagung kering dengan harga sekitar Rp5.000 per kilogram, yang menjadi standar umum harga di tingkat petani di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Kapolsek Pajar Bulan AKP Suharjo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dalam mendukung ketahanan pangan melalui budidaya tanaman jagung. “Kapolsek Pajar Bulan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dalam mendukung ketahanan pangan melalui budidaya tanamam jagung, dan berharap agar hasil panen jagung dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga ketersediaan pangan, serta meminta kepada masyarakat lsin untuk menanam jagung baik dilahan sempit atau luas di sekitar lingkunganya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan panen ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara kepolisian, pemerintah desa, penyuluh pertanian, serta masyarakat. Diharapkan, gerakan menanam jagung dapat terus meluas, baik di lahan sempit maupun lahan yang lebih besar, demi menjaga stabilitas pangan daerah dan mendukung perekonomian warga.
Program panen jagung ini sejalan dengan upaya Polri dalam ikut memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan produktif, edukasi pertanian, dan pemberdayaan masyarakat desa. Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat diharapkan semakin termotivasi untuk memanfaatkan potensi lahan di sekitar tempat tinggal mereka. (Ant)







