Palembang, PS.Com – Sorotan publik terhadap Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus meningkat, khususnya di lingkungan Bea Cukai Sumbagtim dan Palembang. Tidak hanya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menilai citra Bea Cukai sedang tidak baik, tetapi kini organisasi pers di Sumatera Selatan juga turut mengkritik pola komunikasi lembaga tersebut, terutama terkait dugaan pilah-pilih media.
Menteri Keuangan Purbaya sebelumnya telah mewanti-wanti jajaran Bea Cukai agar melakukan pembenahan serius. Menurutnya, citra Bea Cukai saat ini berada dalam kondisi tidak ideal, baik di mata masyarakat maupun media.
“Image Bea Cukai ini kurang bagus, baik di media, di masyarakat, maupun di pimpinan tertinggi. Ini harus kita benahi,” tegas Purbaya beberapa waktu lalu.
PJS Sumsel Kritik Bea Cukai Sumbagtim dan Palembang: Akses Media Tidak Merata
Wakil Ketua II DPD Pro Jurnalis Media Siber (PJS) Sumatera Selatan, M. Noto Prayitno, mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan khususnya di Bea Cukai Sumbagtim dan Palembang memperlihatkan adanya kecenderungan tidak sehat dalam pola hubungan dengan media.
Menurutnya, awak media mengeluhkan bahwa Bea Cukai Sumbagtim dan Palembang kerap memberikan akses informasi dan peliputan kepada media tertentu saja.
“Kami menerima ada keluhan bahwa Bea Cukai Sumbagtim dan Palembang terkesan pilah-pilih media. Ini jelas tidak etis dan tidak sesuai spirit keterbukaan informasi publik,” ujar Noto. Sabtu (29/11/2025).
Ia menegaskan bahwa sikap seperti ini justru memperburuk citra Bea Cukai, terlebih di era digital di mana transparansi informasi sangat penting bagi kepercayaan publik.
“Jika Bea Cukai ingin memperbaiki citra yang sudah terlanjur buruk, maka dimulai dari keberanian untuk bersikap terbuka pada semua media. Jangan pilih kasih.” tegasnya.
Noto menambahkan bahwa PJS Sumsel siap menjalin sinergi dengan Bea Cukai Palembang, tetapi lembaga tersebut harus menunjukkan komitmen terhadap profesionalitas dan kesetaraan dalam memperlakukan seluruh insan pers.
Desakan Reformasi Makin Kuat
Kritik dari Menkeu Purbaya dan organisasi pers daerah membentuk tekanan baru bagi Bea Cukai, khususnya untuk mereformasi pola hubungan publiknya. Citra lembaga dipandang akan terus tergerus apabila keterbukaan informasi tidak ditingkatkan.
Purbaya sendiri telah menegaskan bahwa ia meminta satu tahun untuk membenahi Bea Cukai secara menyeluruh, termasuk pengawasan internal, transparansi, dan etika pelayanan publik.
Di sisi lain, media dan organisasi profesi seperti PJS Sumsel berharap Bea Cukai Palembang dapat segera melakukan evaluasi agar fungsi pelayanan dan komunikasi publik lembaga ini kembali berada di jalur yang tepat. (PJS)







