PALEMBANG, PSCOM – Citra Kota Palembang sebagai destinasi wisata ikonik kembali tercoreng. Seorang wisatawan asal Lampung Selatan bernama Misna menjadi korban penjambretan di kawasan Jembatan Ampera, simbol kebanggaan kota, pada Jumat (07/11/2025) sekitar pukul 18.00 WIB.
Dilansir dari satupena.co.id Peristiwa ini terjadi saat Misna tengah berfoto bersama rombongan di tengah jembatan, namun momen bahagia itu berubah menjadi kepanikan. Dalam hitungan detik, ponsel miliknya merek Vivo yang juga berisi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dirampas pelaku tak dikenal.
Kehilangan KTP membuat Misna panik dan bingung, terutama karena ia harus segera kembali ke Lampung menggunakan kereta api yang memerlukan identitas diri untuk pemesanan tiket.
Aksi Nekat Terekam Langsung di Siaran TikTok
Menariknya, kejadian ini bukan hanya disaksikan warga sekitar, tetapi juga terekam langsung dalam siaran langsung TikTok oleh seorang konten kreator asal Cianjur, Rizki, dengan akun @Denkipli. Rizki yang saat itu sedang melakukan live streaming sempat berusaha menghadang pelaku.
“Pelaku sempat saya halau dan sempat saya sikut, karena saya sedang live pegang handphone jadi dia lepas dan langsung melompat ke Sungai Musi dari atas jembatan,” ujar Rizki.
Menurut Rizki, pelaku terlihat masih muda, diperkirakan berusia sekitar 15 tahun, dan datang dari arah bawah jembatan.
“Awalnya menawari rokok kepada seorang tukang rongsok, melihat pelaku datang dari arah bawah Jembatan Ampera mengarah ke pusat Jembatan,” jelas Rizki.
Kawasan Wisata Ikonik, Tapi Minim Pengawasan
Kejadian ini menambah panjang daftar insiden kriminalitas di kawasan wisata Palembang, terutama di sekitar Jembatan Ampera dan BKB (Benteng Kuto Besak) yang ramai dikunjungi wisatawan setiap hari.
Masyarakat dan pengunjung kerap mengeluhkan minimnya patroli polisi dan petugas keamanan di area tersebut, terutama saat sore hingga malam hari ketika wisatawan sedang ramai berfoto atau bersantai menikmati suasana Sungai Musi.
Meski menjadi ikon utama kota, kondisi keamanan di atas Jembatan Ampera kini kembali dipertanyakan. Dalam beberapa bulan terakhir, keluhan mengenai aksi premanisme, dan pencurian kecil kerap muncul di media sosial, namun belum ada langkah konkret dari pemerintah kota maupun aparat setempat untuk menertibkannya.
Citra Wisata Palembang Terancam
Peristiwa penjambretan terhadap wisatawan seperti ini jelas merusak citra pariwisata Kota Palembang yang tengah berupaya bangkit pascapandemi. Tanpa sistem keamanan yang memadai di lokasi-lokasi wisata utama, kepercayaan publik dan wisatawan luar daerah akan terus menurun.
Warga berharap Pemkot Palembang dan pihak kepolisian segera menindaklanjuti kasus ini, serta meningkatkan pengawasan dan penerangan di area Jembatan Ampera.
Langkah preventif seperti pemasangan CCTV aktif, patroli gabungan rutin, dan penertiban perlu segera dilakukan untuk memastikan kawasan wisata ini aman dan nyaman bagi pengunjung.
Kasus penjambretan yang dialami wisatawan Misna di Jembatan Ampera bukan sekadar insiden kriminal biasa, tetapi peringatan keras bagi Pemkot Palembang bahwa ikon wisata kebanggaan kota kini berubah menjadi titik rawan kejahatan. Tanpa perbaikan sistem keamanan, Ampera bukan lagi simbol kebanggaan, melainkan simbol kelalaian.







