Sterilisasi Hanya Sesaat, Parkir Liar di Jalan Merdeka Palembang Hidup Lagi “Tak ada Pengawasan dan Sanksi Konsisten”

PALEMBANG, PSCOM — Penertiban parkir liar di Jalan Merdeka Palembang yang sempat dilakukan langsung oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, kini kembali menjadi sorotan. Pasalnya, meski beberapa waktu lalu kawasan tersebut telah dinyatakan steril setelah mendapat laporan warga, kondisi terkini pada Kamis (13/11/2025) menunjukkan hal sebaliknya.

Dari pantauan tim redaksi di lapangan, sejumlah kendaraan masih tampak parkir sembarangan di titik-titik strategis, termasuk di depan Dinas Kesehatan, BKPSDM Kota Palembang, dan Bapenda Kota Palembang. Kondisi ini jelas mencederai komitmen penertiban yang sebelumnya digembar-gemborkan pemerintah kota.

Padahal, Ratu Dewa beberapa waktu lalu mendapat apresiasi warga karena turun langsung menindaklanjuti laporan masyarakat terkait parkir liar di kawasan tersebut. Aksi cepat yang dilakukan pada hari berikutnya sempat membuat Jalan Merdeka steril dan tertib. Namun, ketertiban itu rupanya hanya berlangsung sesaat.

Masyarakat menilai, lemahnya pengawasan lanjutan dan minimnya efek jera bagi juru parkir liar membuat masalah ini kembali berulang. “Kalau hanya sekali razia tanpa pengawasan rutin, ya sama saja, akan balik lagi ke lokasi begitu aparat yang sidak pergi,” ujar salah satu Pengendara yang enggan disebutkan namanya.

Masalah parkir liar bukan sekadar persoalan ketertiban lalu lintas, tetapi juga menyangkut wibawa kebijakan dan konsistensi penegakan aturan di tingkat kota. Jika kawasan pemerintahan saja masih dikuasai parkir liar, maka sulit berharap tertib di kawasan lain.

Pemkot perlu memperkuat sinergi antara Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan pengelola area publik, agar penertiban tak berhenti di level simbolik. “Langkah tegas Wali Kota sudah baik, tapi harus dibarengi sistem pengawasan dan sanksi yang konsisten,”.

Kini, publik menanti bukti nyata bahwa Ratu Dewa tidak hanya hadir di awal penertiban, tapi juga menegakkan keberlanjutan disiplin kota. Sebab, penertiban tanpa pengawasan hanyalah seremonial, bukan solusi.

Baca Juga :  Inpres Diabaikan, Kantor Walikota Dihias Lagi: Saat Negara Hemat, Pemkot Palembang Malah Foya-Foya!"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *