Sinergi BPOM dan Pemkab Banyuasin: Dari Relawan hingga Penghargaan Nasional

Palembang, Pscom– Upaya memperkuat pengawasan obat dan makanan di Kabupaten Banyuasin mulai mendapat perhatian serius. Hal itu terlihat saat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M.,M.B.A, IPU,ASEAN,Eng bersama jajaran melakukan audiensi dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palembang di Jalan Pangeran Ratu, Jakabaring, Rabu (27/8/2025).

Kepala BPOM Palembang, Yani Ardiyanti, SF., Apt., M.Sc, menyambut langsung rombongan Sekda Banyuasin. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPOM dalam menjaga keamanan pangan, obat, serta produk konsumsi masyarakat.

“Berdasarkan Inpres No. 3 Tahun 2017 tentang efektivitas pengawasan obat dan makanan, setiap daerah diminta membentuk tim koordinasi. Dalam hal ini Sekda menjadi ketua tim tersebut. Kami ingin sinergi nyata agar pengawasan berjalan lebih menyeluruh,” ungkap Yani.

Yani menambahkan, pihaknya menghadapi keterbatasan sumber daya manusia sehingga sangat membutuhkan dukungan daerah. Ia bahkan mendorong lahirnya gerakan relawan BPOM di Banyuasin.

“Kami berharap Pemkab Banyuasin dapat membentuk relawan yang tersebar hingga pelosok desa. Kehadiran relawan ini akan sangat membantu kami mengawasi peredaran makanan dan obat, bukan hanya menjelang Ramadan atau hari besar, tapi sepanjang waktu,” tuturnya.

Tak hanya itu, Yani juga menargetkan Banyuasin mampu meraih predikat Kabupaten Pangan Aman Nasional 2026. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak hanya prestasi administratif, melainkan bukti nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kesehatan masyarakat.

Sekda Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, menyambut baik usulan tersebut. Ia menilai penghargaan itu menjadi tolok ukur keberhasilan bersama.

“Penghargaan ini penting. Itu bentuk pengakuan bahwa sistem kita berjalan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Erwin berkomitmen menindaklanjuti ide pembentukan relawan BPOM di Banyuasin. Ia menegaskan, pengawasan pangan tidak boleh hanya bersifat musiman.

Baca Juga :  Sekda Erwin Ibrahim Tegaskan Komitmen Pemkab Banyuasin Atasi Krisis Air Bersih Kerjasama Dengan Pihak Swasta 

“Kita akan koordinasikan dengan dinas-dinas terkait hingga kecamatan. Relawan nantinya akan bergerak rutin, memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi aman. Kalau terbukti ada pelanggaran, terutama produk berbahaya, tentu akan ada sanksi tegas untuk pelaku usaha. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat bisa semakin kuat,” tegasnya.

Audiensi ini menjadi langkah awal sinergi Pemkab Banyuasin dan BPOM Palembang dalam menciptakan sistem pengawasan obat dan makanan yang lebih kokoh, menyentuh hingga ke tingkat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *