Forum Pemuda Rambutan Dorong Potensi Desa di Rambutan Jadi Wisata Persawahan Modern

BANYUASIN, PSCOM – Potensi desa-desa di Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, diyakini memiliki daya tarik besar untuk dikembangkan sebagai destinasi desa wisata berbasis alam dan budaya. Hamparan persawahan hijau, pemandangan alami, serta suasana pedesaan yang sejuk merupakan modal yang jarang dimiliki daerah lain.

Ketua Forum Pemuda Rambutan (Forda RBT), M. Noto Prayitno, menegaskan bahwa peluang tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja. Menurutnya, Rambutan bisa mencontoh daerah-daerah di Jawa yang sukses menjadikan sawah dan desa sebagai magnet desa wisata.

“Desa-desa di Rambutan punya potensi yang luar biasa. Persawahan kita asri, sungainya masih alami, udaranya segar. Kalau dikelola dengan baik, bisa menjadi desa wisata persawahan modern seperti di Sleman atau Ubud. Sayang, selama ini belum ada gebrakan yang nyata,” ujar Noto Prayitno, Kamis (21/8/2025).

Ia menilai, alasan utama yang membuat pengembangan desa wisata belum berjalan adalah pola pikir masyarakat dan pemangku kepentingan yang masih ragu. Ada yang takut mencoba, ada yang malas bergerak, dan sebagian beralasan tidak memiliki dana. Padahal, kata Noto, semuanya bisa dimulai dari langkah kecil.

“Kalau kita mau, semuanya bisa. Tidak harus dengan dana besar. Cukup bentuk Pokdarwis (kelompok sadar wisata), tata area sawah yang menarik, lalu promosikan lewat media sosial. Dari situ, minat wisatawan akan tumbuh dan dukungan pemerintah maupun investor bisa mengikuti,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ketua Forda RBT juga menekankan bahwa desa wisata persawahan bukan hanya soal hiburan, tetapi juga sumber ekonomi baru bagi warga desa. Dari parkir, kuliner, hingga homestay, semua bisa mendatangkan penghasilan tambahan. Bahkan, anak muda Rambutan dapat berperan sebagai pemandu wisata, pengelola konten digital, maupun pelaku UMKM.

Baca Juga :  Dampak Situasi Timur Tengah, Gubernur Sumsel Herman Deru Minta Masyarakat Tidak Panik

“Kita harus membuka mata, bahwa pariwisata desa bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Rambutan jangan hanya dikenal sebagai wilayah pertanian, tetapi juga destinasi desa wisata pedesaan yang membanggakan Sumsel,” tegas Noto.

Menanggapi gagasan tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Banyuasin, Rayan Nurdinsyah, S.STP,.M.SI, menyatakan dukungan penuh. Menurutnya, pemerintah daerah siap bersinergi dengan pemuda, perangkat desa, dan masyarakat dalam mendorong desa wisata berbasis potensi lokal.

“Pemuda Rambutan membawa ide yang segar. Ini sejalan dengan program pemerintah untuk mengembangkan desa wisata dan ekonomi kreatif. Jika dikelola serius, wisata persawahan bisa menjadi ciri khas Banyuasin sekaligus sumber kesejahteraan baru bagi warga,” jelas Rayan.

Ia menambahkan, pengembangan desa wisata harus dilakukan dengan konsep gotong royong, dimulai dari inisiatif masyarakat, didukung oleh pemerintah, dan diperkuat dengan kolaborasi pihak swasta. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada semangat bersama, karena desa wisata pada dasarnya tumbuh dari warga desa itu sendiri,” tutupnya.

Dengan potensi alam yang masih terjaga, serta dukungan pemuda dan pemerintah, Rambutan diyakini bisa menjadi ikon baru desa wisata pedesaan Sumsel. Kini, yang dibutuhkan hanyalah keberanian untuk mengambil langkah awal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *