Guru MIN 1 Palembang Pernah Tersandung Dugaan Pencabulan, Hanya Kena Surat Peringatan: Orang Tua Murid Resah!

Palembang, Palembangsekilan.com – Gelombang keresahan melanda orang tua siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Palembang. Pasalnya, salah satu guru berinisial MKF, yang pernah terseret kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur saat masih menjadi staf pengajar di sebuah pondok pesantren di Banyuasin, hanya mendapat sanksi berupa surat peringatan dari pihak sekolah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, surat peringatan itu berisi pernyataan tertulis dari MKF untuk tidak mengulangi perbuatan serupa. Keputusan tersebut muncul setelah adanya pertemuan antara pihak sekolah, komite, perwakilan orang tua siswa, dan guru yang bersangkutan.

Namun, kebijakan ini justru memantik kekecewaan sebagian wali murid. Seorang orang tua siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku tidak tenang membiarkan anaknya belajar di lingkungan yang sama dengan mantan terduga pelaku pencabulan.

“Terus terang kami masih khawatir jika di lingkungan sekolah ada mantan pelaku dugaan pencabulan anak di bawah umur. Jadi kami mohon untuk dipertimbangkan kembali agar guru tersebut tidak menjadi staf pengajar,” ujarnya, Selasa 5 Agustus 2025.

Ia menilai, keputusan paling bijak adalah memindahkan MKF ke kantor Kementerian Agama untuk bekerja sebagai staf administrasi. Dengan demikian, pihak sekolah tetap tidak kehilangan tenaga kerja, sementara rasa aman para orang tua tetap terjaga.

“Kalau memang bisa ada solusi untuk dipindahkan ya kenapa tidak. Itu akan menjadi keputusan yang paling bijaksana. Guru itu tetap ada pekerjaan dan kami sebagai orang tua siswa merasa aman melepas anak untuk bersekolah,” lanjutnya.

Sumber tersebut juga mengungkapkan, pihak sekolah sejatinya hanya menerima penempatan guru tersebut tanpa kuasa penuh untuk menentukan kebijakan mutasi. Karena itu, ia berharap Kementerian Agama Kanwil Sumsel turun tangan mencarikan jalan keluar yang terbaik.

Baca Juga :  Diduga Tak Wajar, Kematian ODGJ di Perkebunan Sawit Banyuasin, Keluarga Minta Jenazah di Otopsi

Sementara itu, Kepala MIN 1 Palembang, Meisabrina Cahaya Ningsih, hingga berita ini dipublikasikan, belum memberikan konfirmasi atau tanggapan meski telah dihubungi melalui pesan WhatsApp.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *