Bupati OKI Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla: Sinergi Jadi Kunci Utama

Ogan Komering Ilir, PS – Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau 2025, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar Apel Gelar Pasukan dan Gladi Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla di halaman GOR Prahu Biduk Kajang, Senin (7/7/2025).

Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, SE, MM, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesiapan menyeluruh dari seluruh unsur terkait, baik personel, sarana, hingga prosedur. “Kita harus siap secara personel, sarana, dan prosedur untuk mencegah dan menanggulangi Karhutlah sedini mungkin. Sinergi dan koordinasi antar-instansi menjadi kunci utama keberhasilan,” tegasnya.

Langkah strategis pun diambil dengan melibatkan camat sebagai komandan api di setiap kecamatan, yang berkolaborasi langsung dengan para kepala desa. Hal ini dilakukan untuk menguatkan peran pemangku wilayah dalam pencegahan dini kebakaran hutan dan lahan.

Selain kesiapan personel, Pemkab OKI juga menggencarkan upaya sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat agar lebih sadar pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan menghentikan praktik pembakaran lahan yang merugikan.

Kepala Pelaksana BPBD OKI, Listiadi Martin, S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa dasar hukum kesiapsiagaan telah ditetapkan melalui SK Bupati tertanggal 5 Mei lalu. “Kesiapan pertama adalah pondasi konstitusional. Status hukum sudah ada melalui SK Siaga Darurat. Terkait dengan peralatan, kita manfaatkan yang ada. Kalau ada kekurangan, biarlah itu tentatif waktunya dan kita akan komunikasikan, karena kita sudah bertemu Danrem dan meninjau langsung,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari total personel yang disiagakan, sebanyak 70 orang telah disiapkan, dengan 35 di antaranya telah berada di lapangan. “Kita telah menetapkan 107 desa rawan bencana. Di desa-desa itu juga telah ada pasukan khusus melalui kebijakan dana desa. InsyaAllah, setiap desa sudah memiliki relawan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bupati OKI Saksikan Laga Epik Pedamaran I vs Menang Raya, Adu Penalti Bikin Deg-degan!

BPBD OKI juga telah menyiapkan 10 posko lapangan, dengan posko induk berada di Kantor BPBD OKI. Sebanyak 11 kecamatan dinyatakan rawan bencana, terutama kawasan dataran rendah di wilayah Pantai Timur, Kayuagung, Pedamaran, Pedamaran Timur, dan Tanjung Lubuk.

Listiadi juga menyoroti pentingnya sinergi lima unsur pentahelix: pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media. “Apel gelar pasukan ini untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan serta menyatukan strategi lintas sektor dalam mencegah dan menanggulangi karhutla,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *