PALEMBANG, PALEMBANGSEKILAN.COM – Dinamika internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Sumatera Selatan memasuki fase krusial. Pada hari pertama pelaksanaan Uji Kelayakan dan Kepatuhan (UKK) yang digelar di Hotel Santika Premiere Bandara Palembang, Kamis (30/4/2026), DPP PKB mulai mendalami profil dan kapabilitas para kandidat nakhoda di 7 Dewan Pengurus Cabang (DPC).
Mekanisme UKK ini merupakan instrumen wajib bagi partai untuk membedah komitmen, loyalitas, serta corak kepemimpinan para calon. Tahap ini menjadi dasar fundamental bagi DPP dalam menentukan figur yang paling representatif untuk memimpin partai di tingkat kabupaten/kota.
Pada gelombang pertama, tujuh daerah yang menjalani prosesi ini meliputi DPC OKU Timur, OKU Selatan, OKU, Pagar Alam, Musi Rawas Utara, Banyuasin, dan Ogan Ilir.
Kepemimpinan Berbasis Realitas Sosial
Ketua DPP PKB Bidang Eksekutif dan Legislatif, Prof. Dr. Abdul Halim Iskandar, hadir langsung meninjau proses pendalaman tersebut. Pria yang akrab disapa Gus Halim ini menegaskan bahwa UKK bukanlah sekadar seremonial organisasi, melainkan ikhtiar serius mencari pemimpin yang mampu menyerap aspirasi akar rumput.
“Bukan ketua partai yang hanya duduk santai di kantor DPD. Ketua partai yang kita cari adalah yang selalu berinteraksi dengan seluruh komunitas masyarakat, tidak hanya kumpul dengan sekelompok entitas,” ujar Gus Halim.
Gus Halim menekankan bahwa PKB menjunjung tinggi inklusivitas dan menghargai keberagaman entitas di Sumatera Selatan.
“Semua harus kita rangkul. Itu yang kami cari ketua partai yang sangat memahami kebutuhan manusia yang berbeda-beda, yang selalu hadir dalam setiap masalah yang dihadapi warga. PKB harus datang ke rumah-rumah warga, bukan hanya menampakkan diri di media sosial. Media sosial itu penting, tapi tidak kalah pentingnya adalah kehadiran nyata,” tegasnya.
Proyeksi Strategis Juli 2026
Dalam agenda maraton selama dua hari ini, Gus Halim didampingi jajaran elit DPP lainnya, yakni Ahmad Imam Syukri, Lalu Hardian Irfan, dan Idham Arsyad. Hasil dari pendalaman ini akan melewati proses kurasi di tingkat pusat dengan mempertimbangkan berbagai referensi strategis.
“Hasil pendalaman selama dua hari ini akan kami godok di DPP dalam kurun waktu tertentu dengan berbagai referensi yang ada. Kami akan memutuskan siapa yang layak mendapat amanat sebagai ketua DPD PKB di kabupaten/kota se-Sumatera Selatan, kemudian menyusun kepengurusan lengkap,” jelas sosok yang juga menjabat Menteri Desa PDTT tersebut.
Targetnya, seluruh struktur kepengurusan definitif akan rampung pada pekan ketiga Juli mendatang.
Menuju Kemenangan Elektoral
Senada dengan pusat, Ketua DPW PKB Sumsel, H. Nasrul Halim, didampingi Sekretaris DPW Sutami Ismail, memandang UKK sebagai manifestasi dari Musyawarah Cabang (Muscab) serentak yang telah terlaksana sebelumnya.
“Hari ini adalah UKK bagi para calon ketua DPC. Mereka terdiri dari kader-kader terbaik di kabupaten dan kota. Tujuannya untuk membangun komitmen bersama dalam meningkatkan perolehan kursi PKB pada pemilu mendatang,” terang Nasrun.
Target besar telah dicanangkan: PKB harus tampil sebagai kekuatan dominan di Bumi Sriwijaya.
“Harapan kita, setiap daerah, PKB menjadi pemenang, dan UKK ini menjadi bagian dari upaya sistematis untuk mencapai target tersebut,” imbuhnya.
Penetapan struktur kepengurusan baru ini rencananya akan dipuncaki dengan pelantikan serentak di Jakarta, bertepatan dengan momentum Harlah PKB. Nasrun berharap, nakhoda baru di tingkat DPC memiliki spirit kepemimpinan yang tangguh.
“Kami ingin mereka mampu membangkitkan PKB, mengembangkan mesin partai, dan yang paling pokok, menambah kursi di pemilu mendatang. Semoga kepengurusan baru nanti benar-benar menggelorakan PKB di kabupaten masing-masing,” pungkasnya.(Nto)







