JAKARTA – Anggota Komisi XII DPR RI, Dewi Yustisiana, memberikan catatan kritis terhadap pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan oleh perusahaan sektor energi, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.
Dalam pernyataannya, Dewi menegaskan agar perusahaan tidak memandang CSR hanya sebagai formalitas administratif semata.
“Kalaupun memberikan CSR itu, jangan hanya sekadar memenuhi persyaratan,” tegas Dewi dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII.
Dewi mengungkapkan fakta lapangan yang ia temukan di daerah pemilihannya (Dapil). Ia mencontohkan keberadaan dua PLTP di wilayahnya, namun keberadaan proyek besar tersebut dinilai belum memberikan dampak ekonomi signifikan bagi warga yang tinggal di area terdekat atau “Ring 1”.
“Banyak sekali di Dapil saya, justru Ring 1 di mana dilakukan pertambangan ataupun seperti PLTP saya punya dua PLTP di Dapil saya Ring 1-nya itu masih di bawah garis kemiskinan,” ungkapnya pada Tvparlemen yang diunggah dalam media sosialnya. Minggu (10/1/2026).
Lebih lanjut, Dewi menyoroti adanya kesenjangan antara klaim perusahaan dengan realitas di masyarakat. Pihak manajemen perusahaan seringkali melaporkan telah melakukan banyak kegiatan CSR, namun dampaknya tidak dirasakan secara nyata oleh warga setempat.
“Padahal pihak manajemen menyampaikan sudah banyak melakukan kegiatan CSR. Artinya, CSR yang dilakukan itu belum maksimal atau tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya,” jelas Dewi.
Oleh karena itu, Legislator dari Fraksi Golkar ini mendesak agar perusahaan-perusahaan energi melakukan evaluasi mendalam terkait penyaluran CSR. Ia meminta agar program tanggung jawab sosial tersebut disesuaikan dengan aspirasi dan kebutuhan riil warga, bukan sekadar program “asal jalan”.
“Kami meminta kalau dilakukan CSR itu, dilakukan yang secara maksimal dan memang sesuai aspirasi dan kebutuhan warganya. Sehingga warga itu bisa merasakan manfaatnya dan bisa terbantu secara ekonomi,” pungkas Dewi.(nto)







